Astagfirullah, Saat Hamil, Kok Malah Jadi Cepet Emosi ya?

Perubahan emosi saat hamil itu hal yang wajar kok, Bun. Emosi pada ibu hamil biasanya dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti faktor eksternal dan faktor internal. (Sebunda.com/Desainer:Diyanpe)

Momen kehamilan memang penuh hal-hal tak terduga ya Bun. Pernah gak sih bunda menonton sebuah acara di televisi yang mungkin bagi banyak orang biasa saja, tapi air mata mengalir dengan deras karena bunda begitu tersentuh!

Perubahan emosi saat hamil itu hal yang wajar kok, Bun. Emosi pada ibu hamil biasanya dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti faktor eksternal dan faktor internal. 

Biasanya, emosi yang tidak stabil akan muncul di usia kehamilan 6-10 minggu pertama dan kondisi ini akan berangsur membaik saat trimester kedua.

Berikut penyebab emosi yang naik turun saat sedang hamil dirangkum dari americanpregnancy.org. 

Pengaruh hormon

Saat hamil, Bunda akan mengalami peningkatan hormon progesteron dan estrogen. Peningkatan hormon ini tentu berdampak pada emosi dan kemampuan otak Bunda. Bunda nggak perlu khawatir karena ini masalah yang umum terjadi pada ibu hamil, kok. Namun, jika emosi nggak bisa dikendalikan, Bunda perlu meminta tolong pada ahlinya.

Stress

Kehamilan juga bisa menimbulkan stress, di mana ibu hamil merasa khawatir dengan perubahan-perubahan yang terjadi atau khawatir dengan masa depan, keuangan untuk si kecil, pekerjaan, hingga perawatan medis. Terlalu overthinking akan kemungkinan yang terjadi bisa membuat stres dan emosi meningkat. Saat sudah seperti ini, sebaiknya Bunda mencari kegiatan yang tidak membuat stress seperti jalan-jalan atau yoga.

Perubahan tubuh 

Wajar jika ibu hamil merasa tidak nyaman karena perubahan tubuh saat janin berkembang di dalam rahim. Perubahan ini sudah terjadi saat pertama hamil, seperti mual, pusing, hingga tidak nafsu makan. Saat tubuh menggendut, biasanya ibu hamil akan merasa kurang nyaman yang bisa menimbulkan stres dan emosi naik turun.

Kelelahan

Karena perubahan tubuh apalagi saat usia kehamilan membesar, maka ibu hamil akan kesulitan tidur. Kurang tidur pada ibu hamil juga bisa berpengaruh pada emosi ibu hamil.

Lalu bagaimana mengatasinya?

Tidur cukup

Pastikan Bunda tidur cukup selama 8 jam. Memiliki waktu tidur yang berkualitas akan membuat emosi bisa dikendalikan. Jika nggak nyaman karena perut yang sudah makin membesar, Bunda bisa meminta bantuan suami memijat tubuh yang pegal atau mengoleskan minyak yang hangat agar Bunda bisa tidur dengan nyenyak.

Mengatur pola makan

Sebaiknya atur pola makan dan konsumsi makanan yang bergizi. Makanan yang sehat bisa meningkatkan kesehatan fisik dan mental, sehingga emosi bisa ditekan.

Mendapat dukungan dari orang lain

Dari dua hal di atas, dukungan dari keluarga terdekat juga penting agar Bunda nyaman dan emosi bisa terkontrol. Saat Bunda merasa kelelahan, Bunda bisa bercerita pada suami atau orangtua yang bisa membuat Bunda nyaman dan emosi jadi stabil.

Jangan Lupa Berzikir dan Mengingat Allah

Bunda Allah SWT sudah memberikan senjata terbaik bagi umat muslim yakni zikir dan doa. InsyaAllah dengan selalu mengingat Allah, bahkan dengan zikir sederhana pun, hati dan pikiran bunda yang sedang hamil akan jauh lebih tenang. Seperti yang sudah Allah janjikan dalam Al-Qur’an:

(yaitu) orang-orang yang beriman lagi hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenteram.” (QS Ar-Ra’du : 28).

Semangat ya buat para bunda hamil! Simak manfaat lain membaca Al-Qur’an saat hamil di sini ya Bun!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *