Bunda, Ini Arti Tangisan Bayi yang Wajib Dipahami

Sebagai orangtua kita wajib memahami tangisan bayi, apakah ingin menyusu atau ingin digendong. (Sebunda.com/Desainer:Diyanpe)

Bunda, salah satu bentuk komunikasi bayi pada orangtuanya yakni menangis. Namun tak semua arti tangisan bayi berarti lapar Bun.

Untuk itu, sebagai orangtua kita wajib memahami tangisan bayi, apakah ingin menyusu atau ingin digendong. Sebab, jika salah memahami, tentu tangisan bayi akan terus berlangsung karena kita salah memberikan respon. 

Tangisan Lapar

Dilansir dari healthychildren.org, contoh tangisan bayi saat lapar yakni ditandai dengan tangisan pendek dengan nada rendah hingga tangisannya naik-turun.

Dalam akun instagramnya, dr Andreas M.Ked (Ped), Sp.A, menjelaskan bayi yang menangis karena lapar dan ingin menyusu biasanya disertai dengan gerakan yang banyak dan muka yang berubah memerah. 

Selain memperhatikan tangisannya, Bunda-bunda juga bisa memperhatikan gerakan bayi yang lapar, seperti berikut ini:

Tanda awal bayi mulai lapar:

  • Mulai melakukan gerakan sedikit yakni menggeliat
  • Sering membuka mulut
  • Kepala mulai bergerak untuk mencari susu
  • Rooting reflex

Tanda bayi semakin lapar:

  • Tubuh menggeliat
  • Mulai melakukan gerakan aktif
  • Sering meletakkan tangan ke mulut

Tangisan Marah

Tak hanya lapar, tangisan bayi juga bisa berarti dia kesal, tidak nyaman atau bahkan marah. Tangisan marah biasanya ditandai dengan tangisan yang lebih bergejolak, jeritan panjang bernada tinggi, panjang disertai dengan ekspresi ratapan datar.

Yang perlu Bunda ketahui, terkadang tangisan bayi sering tumpah tindih. Misal saja bayi yang baru lahir biasanya akan menangis pelan karena lapar. Namun, karena Bunda nggak langsung merespon dan memahami tangisan bayi, maka bayi akan marah dan diganti dengan tangisan yang lebih keras dan panjang. 

Langsung Direspon

Saat bayi menangis, selalu diingat ya Bun, sebaiknya langsung merespon, terutama pada beberapa bulan pertama sehingga Bunda bisa memahaminya seiring berjalannya waktu. 

Di minggu-minggu pertama newborn, saat bayi menangis bunda bisa mencobanya dengan merespon dari yang kebutuhannya paling mendesak dulu. Seperti mengganti popoknya saat basah, memeluk atau merapihkan bedongan jika bayi kemungkinan merasa kedinginan. Setelah itu Bunda bisa memberikan ASI.

Jika masih menangis dan semakin keras, coba cek, bisa saja ada hal yang membuatnya nggak nyaman, seperti ada yang mengganjal di badannya atau ada rambut di kakinya. 

Jangan lupa juga untuk meminta bantuan suami dan keluarga saat Bunda kelimpungan memahami tangisan bayi, ya, Bun. Jangan biarkan Bunda merawat sendiri dan nggak mau meminta tolong. Semangat Bun, InsyaAllah dimudahkan. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *