MasyaAllah! Pahala Ibu Menyusui Dihitung dari Tiap Tetes ASInya

Dalam sebuah Kitab Mustadrak Al-Wasail disebutkan bahwa Allah memberikan pahala bagi ibu menyusui, dihitung dari tiap tetes ASI yang diberikan kepada si kecil. (Sebunda.com/Desainer:Diyanpe)

Perempuan memiliki sebuah keistimewaan yakni bisa menjadi seorang ibu. Di dalam Islam sendiri telah dijelaskan mengenai sosok seorang ibu yang mendapat tempat mulia di mata Allah. 

Hal ini seperti dijelaskan dalam Al Quran Surat Al-Ahqaaf ayat 15, yang berbunyi:

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa.” (QS. Al-Ahqaaf: 15)

Dari surat Al-Ahqaaf ayat 15 tersebut, dapat kita pahami bahwa ibu memiliki beban berat yang dipikulnya sendiri. Beban yang dirasakan ini seperti mengandung, melahirkan bahkan menyapih anak dan hal ini hanya bisa dilakukan oleh seorang ibu.

Dengan begitu Allah memerintahkan bagi para Anak untuk senantiasa mendoakan Ibu dan Bapaknya. Selain itu karena beban berat ini hanya bisa dirasakan oleh seorang ibu saja. Maka Allah dengan baik hati menggantinya dengan ladang pahala, yaitu pahala ketika ibu menyusui sang buah hati.

Hadits yang Menjelaskan Pahala Ibu Menyusui

Dalam sebuah Kitab Mustadrak Al-Wasail disebutkan bahwa Allah memberikan pahala bagi ibu menyusui, dihitung dari tiap tetes ASI yang diberikan kepada si kecil. Hadits tersebut berbunyi,

“Jika ia telah melahirkan anaknya dan menyusuinya, maka tak ada setetes pun air susu yang dihisap oleh anaknya kecuali ia akan menjadi cahaya yang memancar di hadapannya kelak di hari kiamat, yang menakjubkan setiap orang yang melihatnya dari umat terdahulu hingga yang belakangan. Selain itu ia dicatat sebagai seorang yang berpuasa, dan sekiranya puasa itu tanpa berbuka niscaya pahalanya dicatat seperti pahala puasa dan qiyamul layl sepanjang masa. Ketika ia menyapih anaknya, Allah Yang Maha Agung sebutan-Nya berfirman: ‘Wahai perempuan, Aku telah mengampuni dosa-dosamu yang lalu, maka perbaruilah amalmu’.” (Mustadrak Al-Wasail 2: bab 47, hlm 623).

MasyaAllah, bisa kita pahami betapa besar keistimewaan air susu ibu. Bahkan tiap tetesnya bernilai pahala dan dapat menjadi cahaya yang memancarkan di hari kiamat. Selain itu,Qiyamul Layl sendiri artinya yaitu Ibadah malam, seperti sholat sunnah serta amalan-amalan lainnya, membaca Al-Quran, berzikir, beristighfar, berdoa dan sebagainya.

Setelah mengetahui kemuliaan itu, jangan sampai kita sia-siakan kesempatan meraih pahala dari menyusui ini ya Bunda. Selain mendapat limpahan pahala, tentunya menyusui juga berdampak baik bagi kebutuhan gizi dan tumbuh kembang anak.MasyaAllah! Pahala Ibu Menyusui Dihitung dari Tiap Tetes ASInya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *