Nggak Boleh Sembarangan, Begini Syarat Donor ASI dalam Islam

Ternyata mendonorkan ASI dalam Islam enggak boleh sembarangan ya Bun, agar kehalal dan kethoyyiban (kebaikan) untuk sang buah hati tetap terjaga. (Sebunda.com/Desainer:Diyanpe)

Setelah melahirkan, nggak sedikit masalah yang dialami oleh Ibu baru, salah satunya yakni ASI sulit keluar atau bahkan keluar tapi tidak bisa mencukupi kebutuhan ASI anak.

Jika keadaannya sudah seperti ini, bunda tidak perlu bersedih hati karena apapun keadaan ASI bunda, bunda tetaplah seorang ibu yang hebat! Ada dua pilihan yang bisa dilakukan Bunda, yakni memberikan suffor atau donor ASI.

Lalu, bagaimanakah Islam mengatur masalah Donor ASI ini? Ternyata mendonorkan ASI dalam Islam enggak boleh sembarangan ya Bun, agar kehalal dan kethoyyiban (kebaikan) untuk sang buah hati tetap terjaga. 

Di dalam Al Quran Surah Al Baqarah Ayat 233, Allah SWT menjelaskan bahwa donor ASi diperbolehkan dan halal ketika Bunda-bunda kesulitan memberikan ASI pada anak. 

وَٱلْوَٰلِدَٰتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَٰدَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ ۖ لِمَنْ أَرَادَ أَن يُتِمَّ ٱلرَّضَاعَةَ ۚ وَعَلَى ٱلْمَوْلُودِ لَهُۥ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَا تُضَآرَّ وَٰلِدَةٌۢ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌ لَّهُۥ بِوَلَدِهِۦ ۚ وَعَلَى ٱلْوَارِثِ مِثْلُ ذَٰلِكَ ۗ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَن تَرَاضٍ مِّنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا ۗ وَإِنْ أَرَدتُّمْ أَن تَسْتَرْضِعُوٓا۟ أَوْلَٰدَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُم مَّآ ءَاتَيْتُم بِٱلْمَعْرُوفِ ۗ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Artinya: Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Donor ASi sendiri juga dilakukan oleh ibunda Rasulullah SAW, Siti Aminah, yang saat itu tidak bisa menyusui Rasulullah secara penuh karena kondisi udara di Mekkah tidak baik untuk kesehatan Rasulullah. Saat kecil Rasulullah menyusu pada ibu susunya, Halimah yang tinggal di pegunungan. 

Namun, sebelum mendonorkan ASI, memang ada beberapa hal yang harus dilakukan agar ke depannya tidak terjadi hal mudharat. 

Jika dilihat secara medis, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengemukakan jika pendonor ASI harus sehat, sedang tidak mengonsumi obat, tidak punya riwayat penyakit menular seperti hepatitis, HIV atau pernah menerima transplantasi organ dalam setahun terakhir, dan tidak memiliki pasangan seksual yang berisiko menularkan penyakit.

Sedangkan di dalam Islam, sebelum mendonorkan ASI, perlu memperhatikan beberapa hal ini, di antaranya:

Wajib mengetahui identitas ibu dan anak-anak yang akan menerima donor dan pendonor. Sebab, bayi yang menerima donor ASI otomatis akan menjadi saudara sepersususan yang diharamkan untuk keduanya menikah. Maka dari itu sebaiknya berikan donor ASI untuk bayi dengan jenis kelamin yang sama saja.

Hal ini tercantum dalam Al Quran Surah An-Nisa ayat 23:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالَاتُكُمْ وَبَنَاتُ الْأَخِ وَبَنَاتُ الْأُخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللَّاتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللَّاتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللَّاتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلَائِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلَابِكُمْ وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ الْأُخْتَيْنِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا 

Artinya: Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan.

Sebaiknya jangan menerima ASI atau mendonorkan ASI untuk seseorang yang identitasnya tidak jelas. 

Nah, itu dia beberapa persyaratan yang harus dipenuhi saat akan mendonorkan ASI, ya, Bun. Semoga ikhtiar bunda dalam menjaga asupan sehat untuk si kecil mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *