Wow, Si Kecil Bisa Dilatih Berbicara Sejak Dalam Kandungan!

Bunda sudah bisa mengajak si kecil berbicara sejak masih di dalam kandungan, lho. Pada usia 10 minggu terakhir kehamilan, bayi sudah bisa mendengarkan suara ibu. (Sebunda.com/Desainer:Diyanpe)

Bunda, melatih anak agar lancar berbicara bisa kita mulai sejak lahir, lho. Caranya tentu dengan memberikan stimulus sejak bayi lahir.

Dengan memberikan stimulus yang tepat, si kecil nggak akan mengalami keterlambatan bicara dan pelafalannya pun akan tepat nantinya.

Menurut dr. Arlita Putri, Sp.A, proses bicara anak sendiri bisa dimulai dengan stimulus berupa pendengaran dan apa yang dilihat oleh anak. 

Bunda sudah bisa mengajak si kecil berbicara sejak masih di dalam kandungan, lho. Pada usia 10 minggu terakhir kehamilan, bayi sudah bisa mendengarkan suara ibu, sehingga hal ini bisa Bunda manfaatkan untuk memberikan stimulus pada janin. . 

Lanjut dr. Arlita Putri, Sp.A, setelah memberikan stimulus berupa pendengaran saat si kecil masih di dalam kandungan, Bunda bisa melanjutkan melatih bayi agar lancar berbicara dengan mengembangkan interaksi pada bayi, seperti menatap bayi lekat-lekat dan memperhatikan wajahnya.

“Melatih bayi bicara tentu bisa dilakukan saat lahir, seperti menatap bayi lekat-lekat, memperhatikan wajahnya, hingga mengajaknya bicara.”

“Bisa juga dengan menyuaruakan bunyi aaa…ooo…, menyebut namanya, memujinya, hingga mengatakan hal-hal yang baik.”

Tak ada kebaikan yang lebih besar dari mengagungkan Allah SWT Bun sehingga alangkah baiknya jika Bunda juga menyelipkan selalu nama-nama Indah Allah saat berbicara dengan si kecil.

Seperti, “Ya Rahman, Ya Rahim, Ya Malik.. putri cantik ibu sebentar lagi lahir. InsyaAllah sehat ya nak,”

Saat lahir, dr. Arlita, juga menjelaskan jika pada satu bulan pertama, bayi akan lebih menyukai menatap wajah orang. Sehingga, hal ini perlu dimanfaatkan Bunda untuk terus memberikan stimulus pada bayi dengan menatapnya penuh kelembutan, kasih sayang dan mengatakan hal-hal baik, dengan wajah yang ekspresif (memainkan mimik muka).

Berikut beberapa stimulus yang bisa Bunda lakukan dan coba menurut saran dari dr. Arlita:

  • Memberikan stimulus berupa suara alami seperti suara manusia, hewan, dan bunyi-bunyi alami di sekitar
  • Sebaiknya jangan memperdengarkan bayi dengan bunyi-bunyi elektronik atau gadget sebelum usianya 2 tahun, hal ini bisa menumpulkan sensory bayi pada bunyi natural
  • Perdengarkan suara alami di sekitar seperti suara kaca, kaleng, botol, plastik, hingga alat musik lainnya
  • Hindari pemakaian gadget, termasuk HP, TV, tablet dan sejenisnya hingga anak berusia 2 tahun

Nah, itu dia Bun beberapa cara yang bisa Bunda persiapkan dan lakukan agar si kecil bicaranya lancar. Jangan lupa untuk terus memberikan si kecil stimulus, ya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *