Yuk Rencanakan Kehamilan dengan Kontrasepsi “Alami”

Merencanakan kehamilan terkadang bukan keputusan yang nyaman bagi pasangan, terutama bunda-bunda. (Sebunda.com/desainer:diyanpe)

Merencanakan kehamilan terkadang bukan keputusan yang nyaman bagi pasangan, terutama bunda-bunda. Beberapa pilihan KB, terutama KB hormonal memang sering memberikan efek yang perubahan fisik dan psikologis yang tidak menyenangkan bagi para istri. 

Nah kalau Bunda-bunda takut ada perubahan hormon jika melakukan KB, Bunda-bunda bisa menggunakan kontrasepsi alami untuk merencanakan kehamilan. Lalu, apa saja sih kontrasepsi alami yang bisa diterapkan? Ini dia informasi soal kontrasepsi alami yang dikutip dari Alodokter.

 

Sistem pencatatan kalender haid

Cara termudah untuk KB alami yakni mencatat masa subur dengan kalender haid. Cara ini hanya bisa dilakukan untuk Bunda yang siklus haidnya lancar saja, ya. 

Jadi, saat Bunda ada di masa subur, sebaiknya hindari berhubungan intim bersama pasangan. Cara ini termasuk efektif, lho, Bun. Tapi tetap harus cermat ya biar nggak kecolongan. 

 

Lakukan senggama terputus

Cara ini bisa dilakukan dengan mengeluarkan Miss P saat akan mengalami ejakulasi. Sehingga sperma tidak masuk ke dalam Miss V dan bisa mencegah terjadinya kehamilan. Namun, ternyata cara ini nggak sepenuhnya efektif, Bunda. Karena bisa saja ada sperma yang tertinggal di dalam mulut rahim dan bisa bertemu dengan sel telur.

 

Memberi ASI Eksklusif

Memberi ASI secara eksklusif juga bisa membantu untuk mencegah kehamilan, lho, Bun. Sebab, ASI eksklusif menghambat ovulasi dan menstruasi pada ibu yang baru saja melahirkan.

Sebaiknya pemberian ASI eksklusif dilakukan secara DBF, ya. Sebab, memerah ASI menyebabkan metode kontrasepsi alami ini tidak bekerja maksimal.

Sebaiknya coba kontrasepsi alami lain jika Bunda sudah menstruasi lagi saat menyusui, karena ini menandakan bahwa memberikan ASI eksklusif tidak bisa mencegah kehamilan lagi. 

 

Mengecek suhu basal tubuh

Cara KB alami yang bisa diterapkan yakni mengukur suhu basal tubuh. Hal ini untuk mengetahui apakah tubuh dalam keadaan ovulasi atau tidak. 

Sebab, saat ovulasi terjadi maka suhu basal akan meningkat kurang dari 0,3 derajat celcius. Berhubungan intim bisa dilakukan 3-4 hari setelah suhu basal pada tubuh naik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *