ASI-ku Jadi Banyak Setelah Rutin Pumping

Pumping ternyata tetap erlu meskipun anak kita full DBF, sebab bisa meningkatkan produksi ASI. (Sebunda.com/Desainer:Diyanpe)

Momen-momen ASIku ‘tumpah-tumpah’ cuma sampai Adnan, anak pertamaku, masuk umur 1 bulan. Setelah itu produksi ASIku bisa dibilang cukup buat kebutuhan Adnan, nggak sampai meluber. 

Sampai Adnan sekarang umurnya 3 bulan pun aku sudah jarang banget pumping karena merasa kebutuhan ASI untuk Adnan cukup dan PD-ku nggak pernah sakit. 

Kemudian, karena ada suatu acara, aku coba pumping untuk kasih ASIP ke Adnan dengan niatan nggak perlu repot DBF ke Adnan saat acara berlangsung. Awalnya produksi pumping biasa aja, hanya 50-60 ml per PD. Tapi, masyaAllah, setelah pumping lagi kemarin, paginya PDku jadi mengeras dan sekali pumping bisa dapat 125 ml. 

Kemarin, terakhir Adnan DBF pukul 8 malam. Selang beberapa jam, sekitar jam 22.30, PDku kembali mengeras dan dapat 150 ml dalam waktu 15 menit saja. 

Ceritaku ini nggak ada maksud untuk saingan banyak-banyakan ASI, tapi mau sharing aja kalau pumping ternyata tetap perlu meskipun anak kita full DBF, sebab bisa meningkatkan produksi ASI. Terbukti setelah rajin pumping, produksi ASIku malah semakin banyak dua kali lipat.

Awalnya aku nggak percaya sih, tapi setelah ngalamin sendiri langsung berpikir kalau pumping itu memang perlu Bun biar produksi ASI kita tetap stabil.

Semoga sharingnya bermanfaat ya, Bun 🙂

 

Ferisa, Bogor, Jawa Barat

**Kanal Diari Bunda merupakan kanal khusus kiriman Bunda-bunda pembaca setia sebunda.com :p Bunda punya pengalaman, tips, resep, atau bahkan curhatan sekadar pelepas uneg-uneg? Yuk kirim ke email kami di hellosebunda@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *