Ceritaku Menyusui Tanaka, Sempat Baby Blues Hingga Ikhlas

Waktu itu aku belum menikmati masa menyusui, malah lebih sering muncul perasaan lelah karena Tanaka terus-terusan minta nyusu. Sampai mikir, ‘nanti ASInya cukup nggak ya?’. (Sebunda.com/Desainer:Diyanpe)

Saat anak keduaku lahir, Tanaka, aku sempat baby blues dan nangis-nangis lagi karena lupa rasanya urus bayi, hehe.

Paling damai itu pas minggu pertama, Tanaka nggak rewel dan lebih banyak tidur. Tapi minggu pertama itu aku juga masih kesakitan pasca melahirkan. Jalan aja sudah seperti penguin karena otot panggul melemah dan mules-mules.

Lalu, datanglah minggu ketiga saat Tanaka minta nyusu setiap 1-1,5 jam sekali. Waktu itu aku belum menikmati masa menyusui, malah lebih sering muncul perasaan lelah karena Tanaka terus-terusan minta nyusu. Sampai mikir, ‘nanti ASInya cukup nggak ya?’.

Belum lagi Tanaka kalau siang cuma bisa bobo 30 menit aja kalau tidur sendiri, kadang malah 2 menit udah gerak lagi.

Aku juga jadi kasihan sama anak pertamaku, Una, yang jadi sering ‘ketiban’ capeknya Bunda. Karena Tanaka kalau tidur siang gampang kebangun dengar suara, jadi harus ekstra jaga suara di rumah.

Lalu, masuk minggu ke empat, aku mulai belajar adaptasi. Mulai menerima kalau Tanaka memang lebih nyaman tidur dipeluk atau digendong saat siang. Meyakinkan diri kalau Tanaka butuh disusui setiap 1-1,5 jam dan yakin kalau ASIku cukup dan selalu meluangkan waktu untuk peluk Teteh Una.

Padahal di minggu-minggu awal, aku coba buat tekan perasaan lelah itu. Malu aja buat ngeluh karena tau ada ibu-ibu lain yang perjuangannya lebih berat dari aku. Tapi ternyata memendam rasa lelah ternyata malah jadi stress jadi tetap harus dikeluarkan. Dan yang terpenting mengakui dan menerima perasaan itu. 

Dan sekarang aku sudah menikmati peran ini. Bisa MengASIhi dengan perasaan bahagia. Bersyukur sekali memiliki support system yang baik.

 

Bunda Una, IG @bundauna Jakarta

**Tulisan ini merupakan kiriman Bunda-bunda pembaca setia sebunda.com :p Bunda punya pengalaman, tips, resep, atau bahkan curhatan sekadar pelepas uneg-uneg? Yuk kirim ke email kami di hellosebunda@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *