Bunda, Jangan Ragu Berikan Pendidikan Seks Pada Anak

Bunda, jangan menganggap kalau pendidikan seksual ini tidak baik atau tabu. Justru, pendidikan seksual penting agar anak bisa melindungi dirinya sendiri. (Sebunda.com/Desainer:Diyanpe)

Bunda, ngomongin masalah pendidikan seksual untuk anak, menurut psikolog Firesta Farizal M,Psi, hal ini penting banget, lho. Apalagi, sekarang banyak sekali kasus terkait kekerasan seksual pada anak hingga kasus pedofilia. 

Jadi, jangan menganggap kalau pendidikan seksual ini tidak baik atau tabu. Justru, pendidikan seksual penting agar anak bisa melindungi dirinya sendiri. 

 

Pendidikan seks anak harus diberikan sejak kecil

Menurut Firesta dalam channel youtube Saliha TV, kalau membahas pendidikan seksual itu luas sekali. Nggak hanya soal hubungan seksual saja tapi bagaimana melindungi diri sendiri agar tidak mengalami kekerasan seksual. 

“Untuk memulainya, sebaiknya Bunda membahas sesuai usia dan perkembangan anak. Untuk pertama, anak bisa diberi tahu bagian tubuhnya yang tidak boleh dilihat dan disentuh oleh orang lain. Siapa saja yang nggak boleh pegang dan sentuh,” jelasnya.

Kemudian, anak juga harus dikenalkan dengan bentuk kasih sayang yang tulus dan yang hanya pura-pura sayang. 

“Anak juga harus dikasih tau, rasa sayang tuh seperti apa sih? Sebab ada beberapa kasus sebenarnya ia mengalami kekerasan seksual tapi tidak bisa menyadari, karena anak nggak bisa membedakan mana sentuhan sayang dan atau sentuhan yang hanya pura-pura.” 

“Biasanya anak yang diberikan kasih sayang yang baik oleh orangtuanya bisa membedakan mana yang sayang betulan atau sayang pura-pura,” tambah Firesta. 

Lanjut, Bunda juga harus mulai menanamkan budaya malu pada anak. Yang sering terjadi, orangtua nggak konsisten dalam hal bagian tubuh yang nggak bisa dilihat atau disentuh.

“Contohnya, kita orangtua mengajari anak bagian-bagian tubuh ini jangan disentuh atau dipegang oleh orang lain, ya. Terus disaat yang bersamaan orangtua juga sering menyuruh anak mengganti baju di luar yang bisa dilihat oleh banyak orang. Hal ini jadi bikin bingung anak. Jadi, sebaiknya mulai tanamkan budaya malu pada anak,” tambahnya. 

Pembiasan budaya malu akan membuat anak terbiasa untuk bisa menjaga dirinya dengan baik. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *