Jangan Terburu-buru Bun, Ini Saat yang Tepat untuk Anak Masuk SD

Padahal, nggak bisa memasukkan anak ke SD dengan usia sesuka hati, Bun. Banyak pertimbangan yang harus dipikirkan, seperti bagaimana kesiapan mental anak serta kemampuan kognitifnya. (Sebunda.com/Desainer:Diyanpe)

Dalam Islam, mendidik anak dengan baik merupakan salah satu kewajiban orangtua kepada anak. Namun semakin berkembangnya zaman banyak orangtua memaknainya dengan terburu-buru memasukkan anak ke sekolah dasar (SD).

Dalam beberapa kasus, seringkali orangtua memasukkan anak ke sekolah dasar karena  anak sudah merengek meminta sekolah, atau bisa jadi karena alasan biar anak lebih mandiri. 

Ada juga yang memasukkan anak ke sekolah dasar lebih dini dengan alasan anaknya sudah bisa membaca dan berhitung. 

Padahal, nggak bisa memasukkan anak ke SD dengan usia sesuka hati, Bun. Banyak pertimbangan yang harus dipikirkan, seperti bagaimana kesiapan mental anak serta kemampuan kognitifnya. 

Menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), memasukkan anak ke sekolah dasar harus memperhatikan semua aspek kesiapan perkembangan anak seperti perkembangan motorik kasar dan halus, kognitif, sosial emosi, bahasa, hingga literasi, bukan hanya dilihat dari umurnya saja.

Sebab, umur biologis sejatinya nggak menjamin kesiapan anak untuk sekolah. Dalam hal ini, kemampuan perkembangan anak lebih penting dari umur biologis. 

Kemampuan motorik kasar yang harus dikuasai anak seperti:

  • Berjalan baik di garis lurus
  • Berdiri dengan satu kaki
  • Berlari dengan baik
  • Bisa naik turun tangga sendiri
  • Melompat jauh dan mendarat dengan dua kaki
  • Bisa melempar, menendang, dan menangkap bola
  • Bisa mengayuh sepeda roda tiga

Kemampuan motorik halus yang harus dikuasai anak:

  • Bisa memegang pensil dengan baik
  • Dapat menggambar bentuk dasar seperti lingkaran, kotak, dan segitiga
  • Bisa mewarnai di dalam garis pembatas
  • Bisa menggunting pola bentuk dasar
  • Bisa menyusun balok 3 dimensi
  • Bisa melepas dan memakai baju berkancing
  • Bisa memakai sepatu dan kaos kaki
  • Bisa makan dan minum sendiri

Kemampuan kognitif yang harus dikuasai anak:

  • Bisa menjelaskan dan membedakan suatu tempat
  • Dapat mengelompokan beda 
  • Bisa menyelesaikan puzzle sederhana
  • Bisa memahami pola berurutan dari deret bentuk atau warna
  • Mengenal bentuk dan warna
  • Mengetahui konsep waktu seperti hari

Kemampuan sosial emosi yang harus dikuasai anak:

  • Mengetahui nama, umur, dan jenis kelamin
  • Paham dan bisa mengantri
  • Bisa bermain bersama dan berbagi
  • Memulai pembicaraan dan permainan
  • Anak bisa berpisah dari oranagtuanya saat sekolah
  • Mampu bertahan untuk menyelesaikan tugas
  • Bisa mengungkapkan dan mengontrol emosi
  • Bisa buang air kecil secara mandiri
  • Bisa menumpukan perhatian dan meminta tolong pada orang dewasa

Selain itu, anak juga harus memiliki perkembangan bahasa yang baik seperti memahami dan bisa mengikuti instruksi bersamaan, memahami konsep dasar seperti arah, preposisi, ukuran, dan perbandingan.

Anak juga harus bisa berbahasa ekspresif seperti:

  • Bisa membuat kalimat lengkap
  • Artikulasi saat berbicara jelas
  • Bisa menceritakan suatu kejadian dengan logis
  • Bisa membuat kalimat dengan 10 kata atau lebih
  • Bisa bertanya 5W + 1H

Selanjutnya, syarat paling terakhir yakni bisa memiliki kemampuan literasi dan kecakapan menulis dan berhitung. 

Jika hal di atas sudah terpenuhi, Bunda bisa memasukkan anak untuk sekolah dasar. Namun, jangan lupa juga untuk selalu memberi dukungan pada anak apalagi saat anak ada masalah di sekolah yang bisa menimbulkan kecemasan. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *