Pre-school saat Pandemi, Lanjut atau Stop?

Namun situasi ibukota serta beberapa kota lain di Indonesia masih jauh dari kata aman dan masih dalam kategori zona merah pasti bikin Bunda-bunda makin galau, lanjut atau stop ya Pre-School untuk si kecil? (Sebunda.com/desainer:Diyanpe)

Bulan Juli lalu, UNICEF di laman resminya merilis data anak usia dini yang diprediksi kehilangan pendidikan pra-sekolah mencapai angka 40 juta jiwa karena situasi COVID-19. Astagfirullah sedih ya Bunda membacanya. Apalagi pendidikan usia dini penting bagi si kecil untuk mulai beradaptasi dan bersosialisasi dengan orang di luar rumah.

Namun situasi ibukota serta beberapa kota lain di Indonesia masih jauh dari kata aman dan masih dalam kategori zona merah pasti bikin Bunda-bunda makin galau, lanjut atau stop ya Pre-School untuk si kecil?

Padahal pada usia 0-8 tahun, perkembangan otak anak sangatlah pesat, anak akan dengan mudah menyerap segala macam yang ia lihat dan dengar di lingkungan sekitarnya. Tidak hanya itu kemampuan dasar sosial dan komunikasi yang baik dan benar sangat krusial di usia ini lho Bunda.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sendiri secara resmi mengizinkan sekolah, termasuk fasilitas TK dan pre-school yang berada di zona hijau dapat kembali beroperasi per 15 Juni 2020 lalu. Dalam press rilis yang dilansir di kemendikbud.go.id, Mendikbud Nadiem Makarim jika penyelenggara PAUD bisa sesuai dengan daftar periksa kesiapan satuan pendidikan sesuai protokol kesehatan dari Kemenkes maka pendidikan jenjang Pre-School dapat beroperasi normal tatap muka di bulan November.

Namun sangat wajar jika Bunda-bunda mengkhawatirkan kesehatan si kecil. Di sisi lain, menyediakan fasilitas pendidikan usia dini secara mandiri di rumah juga bukan pekara mudah. Masih di studi yang sama, UNICEF mencatat sekitar 40 persen anak berusia 3-5 tahun tidak menerima stimulasi sosial-emosional dan kognitif dari orang dewasa dalam keluarga. Hasil analisis itu didapat dari keluarga di 54 negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Artinya jika Bunda-bunda ingin secara mandiri menyediakan fasilitas pendidikan untuk si kecil di rumah, akan ada banyak hal yang perlu Bunda-bunda pelajari dan persiapkan. Mulai dari materi untuk si kecil, menyelipkan edukasi dalam permainan hingga mempersiapkan kesabaran yang besar. 

Bisa enggak ya? InsyaAllah dengan kemudahan internet saat ini, memungkinkan Bunda-bunda untuk mengakses berbagai informasi lho.

Alternatif lain, Bunda-bunda juga tetap bisa memasukkan si kecil ke Pre-School yang menyiapkan sistem belajar jarak jauh dengan kurikulum yang sepenuhnya serba online. Dengan catatan tetap dengan pendampingan penuh dari Bunda-bunda ya.

Menyiapkan dan menjaga kualitas pendidikan anak usia dini di masa pendemi ini memang penuh tantangan ya bunda-bunda. Tapi Bunda-bunda harus tetap semangat ya! Bagaimana sudah memutuskan untuk lanjut atau stop Pre-School untuk si kecil?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *