Berencana Siapkan Anak Kamar Terpisah? Perhatikan Ini ya Bun

Salah satu manfaat anak tidur di kamar terpisah yakni bisa membuat anak tidur nyenyak karena mereka bebas untuk tidur dengan posisi yang nyaman di kamarnya sendiri. (Sebunda.com/Desainer:Diyanpe)

Mengajari anak untuk mulai tidur di kamar terpisah ternyata memiliki banyak sekali manfaat, lho, Bun. Salah satu manfaat anak tidur di kamar terpisah yakni bisa membuat anak tidur nyenyak karena mereka bebas untuk tidur dengan posisi yang nyaman di kamarnya sendiri, tanpa ada gangguan eksternal yang mengganggu tidur mereka.

Arlita Putri, Sp.A menambahkan jika tidur sendiri sejak dini akan membuat anak jadi lebih percaya diri.

“Anak-anak memiliki imajinasi kreatif dan beberapa bahkan mungkin menjadi mangsa pikiran mereka sendiri, membayangkan monster di bawah tempat tidur mereka, atau mereka mungkin hanya takut pada kegelapan.”

“Membiarkan mereka tidur di tempat tidurnya sendiri dengan membujuknya secara perlahan dan tetap di sisinya saat mereka tertidur adalah cara yang bagus untuk membantu mereka mengatasi rasa takutnya. Ketika anak-anak belajar untuk mengatasi ketakutan mereka, kepercayaan diri mereka meningkat dan ini mendorong perkembangan emosi yang positif dan sehat,” jelas dr. Arlita pada Sebunda.com.

Selain percaya diri, anak-anak yang sudah berani tidur sendiri pun akan merasakan adanya pencapaian di mana perasaaan pencapaian ini bisa menjaga diri mereka saat besar nanti. 

Contohnya, jadi bisa menjaga kebersihan diri, mengatur tempat tidur sendiri, dan memberikan kesempatan anak untuk menenangkan diri sendiri dari ketakutan masa kecil yang tiba-tiba muncul kembali. Sehingga, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh. 

Berikut beberapa tips dari dr. Arlita untuk Bunda-bunda yang akan mengajarkan anak untuk tidur sendiri. Sebaiknya jangan tergesa-gesa ya, Bun.

  • Mulailah pelan-pelan, pada tahap awal Bunda boleh tetap di samping mereka sampai mereka tertidur, lalu tinggalkan kamar mereka. Ketika mereka bangun sendirian di tempat tidur mereka sendiri keesokan harinya, berikan pujian karena mereka bisa tidur sendiri. Lakukan ini selama beberapa hari sampai Bunda merasa anak siap untuk tidur sendiri.
  • Tetaplah menjaga anak dari jarak jauh saat dia tertidur, dengan duduk di kursi terdekat atau berdiri di pintu. Perlahan-lahan tenangkan diri Bunda untuk meninggalkan kamar sebelum anak tidur dengan menggunakan sinyal waktu tidur – seperti menyelimutinya, mengusap kepala, menciumnya, atau menceritakan dongeng pengantar tidur sebagai isyarat untuk tidur.
  • Peka terhadap emosi anak. Jika Bunda menemukan tanda-tanda ketidaknyamanan anak waktu tidur, berikan motivasi atau tetaplah temani di sisinya sampai anak tertidur pada malam itu. Hal ini akan mencegah balita salah paham bahwa mereka dibiarkan sendiri atau merasa ditinggalkan. Bunda juga dapat memberikan hadiah pada keesokan paginya dengan menempelkan stiker bintang di papan prestasinya atau bermain mainan favoritnya untuk mendorong dan memotivasi mereka agar tertidur secara mandiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *