Bun, Biasakan Berlemah Lembut Yuk Biar Anak Merasa Makin Disayang

Hati anak yang masih bersih tentunya akan menyerap setiap kata dan perbuatan lemah lembut sebagai bentuk kasih sayang. (Sebunda.com/Desainer:Diyanpe)

Sebagai agama rahmatan lil ‘alamin, rahmat untuk alam semesta, setiap muslim haruslah bersikap lemah lembut terhadap sesama, apalagi terhadap sang buah hati. Si kecil tentunya akan semakin merasa disayang saat menerima ucapan dan perlakuan penuh kelembutan dari Bunda.

Dalam hadis shahih yang diriwayatkan Imam al Bukhari, dikisahkan Rasulullah SAW kedatangan seorang sahabat yang bernama Aqra’ bin Habis. Ia melihat beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang mencium al Hasan (cucunya). 

Maka ia berkomentar: “Aku mempunyai sepuluh orang anak, (namun) aku tidak pernah mencium satu pun dari mereka,” 

Mendengar itu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : 

مَنْ لَا يَرْحَمُ لَا يُرْحَمُ 

“Barangsiapa tidak menyayangi, maka tidak disayangi”. (Shahih al Bukhari, kitab al Adab, 18, bab Rahmatu al Waladi wa Taqbilihi wa Mu’anaqatihi; Muslim, kitab al Fadhail no. 65).

Hati anak yang masih bersih tentunya akan menyerap setiap kata dan perbuatan lemah lembut sebagai bentuk kasih sayang. Namun seperti apa sih contoh kata-kata dan perbuatan sederhana namun berdampak besar terhadap psikologis anak?

Psikolog Anak, Devi Sani R, M.Psi, mencontohkan beberapa kalimat positif yang bisa Bunda-bunda terapkan untuk anak. Kalimat ini bisa berupa ungkapan rasa sayang, rasa terima kasih karena anak sudah nurut, hingga gesture yang menunjukkan kalau kita sayang pada anak.

  • Kakak, tahu kan kalau mama sayang sama kakak
  • Makasih ya nak, mama suruh langsung dikerjain
  • Cukup memeluk anak lama setiap hari
  • Menatap mata anak dan menciumnya
  • Memberi perhatian penuh selama 10 menit tanpa terbagi dengan HP
  • Menanggapi seluruh pertanyaan yang anak lontarkan

Nah terbukti nggak perlu pujian yang muluk-muluk terhadap anak kan Bun? Cukup ungkapkan kata-kata ringan yang tulus dari hati bisa membuat anak jadi nyaman dan merasa bahwa orangtuanya menyayanginya.

Dengan cara sederhana ini, anak pun tahu bahwa orangtuanya adalah tempat paling aman dan nyaman. Sehingga, apa pun keadannya anak akan terbiasa menceritakan perasaan dan keluh kesahnya pada orangtua. 

Yuk, Bun, mulai biasakan memberikan kata-kata pujian yang positif pada anak biar anak merasa nyaman dan disayang. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *