Bun, Ini Pendidikan Ala Ali bin Abi Thalib dengan Konsep 7-7-7

Selain konsep parenting dari Rasulullah SAW, Bunda juga bisa mencontoh konsep parenting 7-7-7 dari Ali bin Abi Thalib. (Sebunda.com/Desainer:Diyanpe)

Kalau Bunda ingin belajar soal konsep parenting islami tentu banyak yang bisa Bunda-bunda contoh dan teladani. Selain konsep parenting dari Rasulullah SAW, Bunda juga bisa mencontoh konsep parenting 7-7-7 dari Ali bin Abi Thalib.

Konsep 7-7-7 ini merupakan pola pengajaran yang diberikan pada anak sesuai dengan usianya. Sepertu apa sih konsep 7-7-7 yang dilakukan Ali bin Abi Thalib? Yakni konsep pendidikan dengan 7 tahun pertama lemah lembut, 7 tahun kedua penanaman prinsip, konsep akhlak, reward, dan punishment, dan 7 tahun ketiga menjadikan anak sebagai sahabat dan memberikan anak kebebasan. Masya Allah.

 

Konsep 7 tahun pertama

Dilansir dari parenting.dream.co.id, saat usia anak berada di 7 tahun pertama, rawatlah anak dengan sepenuh hati dan ketulusan. Hal ini ternyata berpengaruh pada perilakunya saat dewasa nanti, lho!

Perilaku yang bisa dicontohkan di 7 tahun pertama yakni, terus menjawab pertanyaan si kecil walaupun hal sepele, maka saat mereka besar nanti mereka pun akan terbiasa menjawab pertanyaan kita tanpa marah atau jengkel.

Contoh lain yakni, saat kita orangtua bersikap sabar dan solutif saat anak melakukan kesalahan, maka saat besar nanti mereka juga akan mudah memaafkan kesalahan orang lain. 

Contohkan perilaku menyenangkan, penuh kasih sayang, dan tanggung jawab di usia 7 tahun ini, ya Bun. 

 

Konsep 7 tahun kedua

Di 7 tahun kedua yakni pada saat anak berusia 7-14 tahun, Bunda bisa mengajarkan anak soal agama hingga hukum-hukum Islam. 

Di usia ini, anak sudah harus diberi tahu dan dicontohkan, mana yang diwajibkan dan mana yang dilarang.

Bunda juga bisa menerapkan sistem reward dan punishment pada anak agar anak belajar tanggung jawab serta konsekuensinya. 

 

Konsep 7 tahun ketiga

7 tahun ketiga diberikan saat anak sudah mulai masuk usia remaja dan sudah akil baligh yakni 15 tahun. Di usia ini, anak tentu berada di masa yang penuh kebimbangan dan labil, untuk itu sebagai orangtua sebaiknya posisikan diri sebagai sahabat untuk anak. 

Hal ini dilakukan agar anak tidak masuk ke pergaulan yang tidak baik. Apalagi di usia segitu, anak mulai mengalami perubahan fisik, mental, hingga lingkungannya, sehingga mereka membutuhkan orang yang bisa membimbingnya ke pilihan yang benar. 

Berikan juga kebebasan untuk anak agar mereka tidak terkekang dan tetap merasa disayang dan dihormati namun tetap harus dalam pengawasan, ya. 

Nah itu dia konsep mendidik anak ala Ali bin Abi Thalib yang bisa kita contoh, Bun. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *