Cara Memuji Anak Biar Nggak Manja

Tahukah Bunda, memuji anak itu jika berlebihan justru bisa menjadi bumerang bagi perkembangan psikologis anak. (Sebunda.com/Desainer:Diyanpe)

Membesarkan anak memang tidak mudah karena dorongan rasa kasih sayang pasti selalu ingin membuat Bunda ingin membahagiakan anak bukan? Salah satunya dengan selalu memuji dan mengapresiasi segala pencapaiannya.

Namun tahukah Bunda, meski memang benar memuji anak itu bisa bikin anak tumbuh jadi pribadi baik dan bahagia, kalau berlebihan justru bisa menjadi bumerang bagi perkembangan psikologis anak. Sebab, anak bisa saja malah tumbuh menjadi anak yang manja. 

Menurut Psikolog Anak dan Keluarga, Devi Sani, memuji anak juga ada batasannya. Nggak semua aspek bisa diberikan pujian pada anak loh Bunda.

“Pujilah hal-hal di luar akademis, seperti akhlak yang baik, rajin mengerjakan shalat, mau mengerjakan hal baik meski hasilnya tidak sesuai ekspektasi,” jelasnya pada Sebunda.com.

Selain hal di atas, bisa juga lho memuji hal-hal spesifik karena perilakunya yang baik.

“Contohnya dipuji karena sudah berperilaku baik, seperti ‘terima kasih sudah bantuin mama bawa belanjaan’ atau ‘terima kasih sudah menghabiskan masakan mama,” jelasnya.

Selain itu, Devi Sani menjelaskan kalau sebaiknya pujian nggak berlebihan, ya. Namun, pastikan kalau setiap hari ada 1-2 rasa terima kasih yang anak dengar dari orangtuanya. Hal ini penting demi kesehatan dan keseimbangan psikologis anak.

Yuk selalu imbangi dan perhatikan betul ucapan kita terhadap anak ya Bunda. InsyaAllah anak dapat menyerap segala yang baik-baik hingga kelak ia dewasa.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *