Cara Mendidik Anak yang Taat Ala Keluarga Ali Imran

Keluarga bahagia dan penuh kasih sayang merupakan pancaran anak-anak yang bertakwa kepada Allah SWT. (Sebunda.com/Desainer:Diyanpe)

Imran bin Matsan merupakan salah satu keluarga yang dimuliakan Allah SWT karena ketaatannya. Bahkan, kisah ia dan keluarganya Allah jadikan sebagai nama surah di Al Quran, yakni surah Ali Imran. 

Kisah keluarga Imran tentu wajib kita jadikan teladan agar bisa mendapatkan keberkahan Allah. Dilansir dari Republika, Imran dan istrinya yang bernama Hani telah berhasil membangun keluarga yang bahagia, penuh kasih sayang, dan ketakwaan pada Allah SWT. Tak hanya itu, Imran dan Hana pun berhasil mendidik anak-anaknya menjadi seorang yang mulia dan memiliki peran besar bagi umat manusia. 

Lalu, bagaimana cara keluarga Imran mendidik putra-putrinya? Simak penjelasan dari Ustaz Adi Hidayat ini ya, Bun.

 

  1. Imran dan Hana menyiapkan generasi terbaik

Sebelum melahirkan putra putrinya, Imran dan Hana telah merencanakan agar putra-putrinya kelak selalu dekat dengan Allah SWT. Hana pun selalu berdoa agar anak-anaknya kelak bisa menjadi hamba terpilih, taat, dan mendapat penjagaan dari Allah SWT.

Imran dan Hana juga memberikan nama anak-anaknya sesuai dengan doa dan harapan mereka. Salah satu anak mereka yang tumbuh menjadi orang mulia yakni Maryam yang tak lain adalah ibu dari Nabi Isa as. 

“Keduanya bahkan sudah menyiapkan tempat terbaik di mana Maryam bisa berkonsentrasi untuk terus mendekatkan diri dengan Allah, Mihrab menjadi tempat pilihannya,” ujar Ustaz Adi Hidayat. 

 

  1. Hana merupakan pembimbing yang pintar

Ibu merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya. Itu juga yang dilakukan oleh Hana yang terus membimbing anak-anaknya menjadi seorang yang bijak, shaleh, dan pintar. 

Keduanya juga meminta Nabi Zakaria agar bisa membimbing Maryam menjadi manusia yang mulia dan dekat dengan Allah. 

Lanjut Ustaz Adi Hidayat, ikhtiar yang dilakukan Imran dan Hana, mulai dari perencanaan, memohon anak, memberi nama terbaik, menyiapkan tempat yang sesuai, hingga memilihkan pembimbing yang baik akhirnya mendapatkan ridha dari Allah. 

“Kemudian, Allah menerima ikhtiar Imran dan Hana dengan memberikan perhatian, mencukupi kebutuhan, dan memberikan penjagaan untuk Maryam,” jelas Ustaz Adi Hidayat.

Ustaz Adi Hidayat pun memberikan pesan pada orangtua untuk mencontoh perilaku Imran dan Hana, di mana keduanya terus berikhtiar untuk mendapatkan keturunan yang shaleh dan shalehah dengan menyiapkan semuanya sejak dini bahkan ketika perempuan belum mengandung. 

Selain itu, pilihlah nama terbaik agar menjadi doa yang bisa melindungi anak dari hal-hal yang tidak terpuji. 

“Bila ikhtiar ini sudah sempurna, biarlah firman Allah yang bicara, biarkan takdir Allah yang berjalan, dan biarkan kekuasaan Allah yang menuruskan seluruh ikhtiar kita untuk menyempurnakan dari apa yang dijanjikan,” tambah Ustaz Adi Hidayat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *