Cara Menghukum Anak yang Benar Biar Nggak Traumatis

Ada cara-cara lembut yang bisa Bunda-bunda terapkan untuk memberi tahu kesalahan anak agar nantinya nggak menimbulkan trauma pada anak. (Sebunda.com/Desainer:Diyanpe)

Bunda, saat kesal karena anak melakukan kesalahan, sebaiknya jangan diberikan hukuman. Ada cara-cara lembut yang bisa Bunda-bunda terapkan untuk memberi tahu kesalahan anak agar nantinya nggak menimbulkan trauma pada anak. 

Bukannya membuat anak jadi paham kesalahannya, menghukum anak justru malah membuatnya melakukan kesalahan tersebut. Najeela Shihab melalui channel youtubenya menyarankan untuk menghindari memberikan hukuman pada anak. 

“Bukan hukuman, sebaiknya ajari anak sifat disiplin. Sebab dengan menghukum anak, yang ada anak malah jadi marah. Hukuman juga nggak efektif dalam jangka panjang. Yang sering terjadi, setelah dihukum anak malah akan mengulangi perbuatan tersebut. Tidak ada sikap disiplin,” jelasnya. 

Lanjut, Najeela pun memberikan tips agar orangtua sebaiknya memberikan konsekuensi dibandingkan memberikan hukuman/

“Yang harus kita lakukan yakni memberi konsekuensi. Apa sih perbedaannya dengan hukuman? Konsekuensi itu berhubungan dengan kesalahannya apa. Misal anak menumpahkan air di sofa, maka konsekuensi yang akan anak terima bukan dikurung di kamar mandi, atau uang jajannya dipotong, tetapi anak harus membersihkan sofanya hingga kering. Pada saat memberikan konsekuensi, orangtua juga harus tahu apa sih yang perlu dipelajari anak dari kejadian tersebut. Misalnya menyuruh anak untuk menggunakan gelas yang ada gagangnya biar nggak tumpah lagi,” tambahnya. 

Konsekuensi juga sebaiknya diberikan dengan tetap menghormati anak. Kita tidak memarahi anak di depan umum, tidak mengulang atau mengungkit kesalahan kesalahan anak. 

“Kalau kita menerapkan konsekuensi dengan efektif, anak juga akan tahu kalau proses belajarnya diterima di keluarga. Misal, anak menggunakan gadget lebih dari waktu yang ditentukan, maka konsekuensinya anak harus lebih banyak membaca,” tambahnya. 

Agar anak bisa mengaplikasikan aturan-aturan di rumah, Najeela Shihab juga punya beberapa tips yang bisa Bunda-bunda lakukan, nih. Salah satunya melakukan kesepakatan saat membuat aturan. 

“Rules yang diberikan pada anak akan mustahil bisa diterapkan kalau itu bukanlah kesepakatan bersama antara anak dan orangtua. Maka dari itu saya sarankan untuk membuat kesepakatan bersama anak. Bahkan anak umur 5 tahun pun sudah bisa membuat kesepakatan.”

“Yang bisa membuat anak menjalaninya, kesepakatannya itu nggak boleh terlalu banyak. Semakin banyak aturannya, akan semakin sulit diingat dan dilakukan anak. Dianjurkan untuk memberikan 3-8 aturan saja. Kesepakatan itu ditempel di sebuah ruangan agar selalu diingat,” tambahnya.

Nah, itu dia Bunda beberapa nasihat parenting dari Najeela Shihab yang bisa Bunda terapkan. Semoga bermanfaat ya, Bun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *