Hukum KB dalam Islam, Boleh Atau Tidak?

Perencanaan kehamilan dalam Islam sendiri ternyata sudah diatur, lho! (Sebunda.com/Desainer:Diyanpe)

Indahnya Islam karena segala sesuatunya diatur dengan baik oleh Allah, termasuk dalam merencanakan kehamilan.

Perencanaan kehamilan dalam Islam sendiri ternyata sudah diatur, lho! Hal ini dibedakan ke dalam dua kata dengan makna yang berbeda, yakni pembatasan kelahiran atau Tahdid an-Nasl dan pengaturan kelahiran atau Tandzim an-Nasl.

Menurut buku Fondasi Keluarga Sakinah, semua ulama sepakat bahwa pembatasan kelahiran secara permanen itu tidak diperbolehkan dan diharamkan dalam Islam. Sedangkan pengaturan kelahiran diperbolehkan dalam Islam. Di mana keluarga boleh mengatur jarak kelahiran anak di dalam keluarganya. 

Hal ini sudah tertulis di dalam Al Quran surah Luqman ayat 14 yang berbunyi:

وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَٰلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ

Artinya: “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”

Dalam ayat tersebut, tersirat bahwa ibu yang sedang menyusui sebaiknya tidak hamil terlebih dahulu karena bisa mengganggu kesehatan ibu dan anak. Sehingga, Islam pun mengatur kelahiran anak, yakni hingga anak sudah mendapatkan ASI eksklusif selama 2 tahun.

Dikutip dari buku Fikih Keluarga karangan Cholil Nafis, Islam mendorong untuk melakukan pengaturan kelahiran dengan alasan yang baik, di antaranya:

  • Saat ibu menyusui hamil lagi, maka dikhawatirkan akan berpengaruh pada kesehatan ibu, anak, dan janin yang dikandungnya.
  • Dikhawatirkan bisa menimbulkan hal bahaya karena orangtua bisa melakukan apa saja termasuk hal terlarang demi kepentingan anak-anaknya. 
  • Dikhawatirkan hamil saat menyusui bisa merusak air susu dan melemahkan anak

Rasulullah SAW dalam sabdanya pun mengatakan untuk tidak hamil saat sedang menyusui:

“Janganlah kamu membunuh anak-anakmu secara rahasia, karena ghail (perempuan hamil yang menyusukan anaknya) itu mengejar penunggang kuda (pendekar) lalu dilemparkan dari kudanya.” – HR. Abu Daud.

Dukungan Islam untuk mendukung adanya program KB juga diperkuat oleh beberapa hadits yang membolehkan melakukan KB alami dengan senggama putus atau ‘azl. Salah satu tujuannya yakni menuju kemaslahatan untuk melindungi anak yang masih menyusui.

Hal ini terangkum dalam hadits Rasulullah SAW:

كُنَّا نَعْزِلُ وَالْقُرْآنُ يَنْزِلُ

Artinya: “Kami dahulu pernah melakukan ‘azl di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Qur’an turun ketika itu” (HR. Bukhari dan Muslim). 

Dengan demikian melakukan KB secara alami diperbolehkan dalam Islam, termasuk juga melakukan KB dengan bantuan medis dengan syarat tidak menimbulkan madharat. Waalahu’ alam. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *