Ibok Retno Kenalkan Kirana & Rumaysa Pendidikan Seks Sejak Dini

Tak perlu tabu untuk menyebutkan bagian-bagian tubuh seperti vagina dan penis ya Bun. Hal ini penting agar si kecil tidak memiliki persepsi yang salah atas area pribadi miliknya. (Sebunda.com/Desainer:Diyanpe)

Tidak sedikit orang tua yang salah kaprah yang menunggu memberikan pendidikan seks bisa saat anak sudah “baligh” dan memasuki usia remaja. Padahal pendidikan seks sangat perlu diberikan pada anak sedini mungkin.

Selebgram @retnohening, ibu muda dari dua selebgram cilik Kirana dan Rumaysa merupakan salah satu selebgram yang sudah menyadari betul pentingnya hal ini dan sudah memberikan pendidikan seks saat anak-anaknya masih balita. Ibok Retno mengaku melakukan hal ini agar anak terlindungi dan bisa tumbuh di lingkungan yang baik. 

Sukses mengajarkan Kirana, si kecil Rumaysa dalam salah satu postingannya pun tampak fasih menyanyikan bagian penting tubuhnya yang tidak boleh dipegang orang lain selain dirinya dan orangtua. 

“Sentuhan tidak boleh.. sentuhan tidak boleh.. yang tertutup baju dalam. Hanya diriku.. Hanya diriku.. Yang boleh menyentuh” nyanyi Rumaysa yang kala itu baru berusia sekitar 2 tahun dengan suara menggemaskan.

Dengan pembelajaran sejak dini juga bisa memudahkan Bunda untuk membicarakan masalah seks pada anak saat ia dewasa nanti. Sehingga tidak terjerumus pada pergaulan bebas atau hal-hal yang tidak sesuai dengan syariat Islam. 

Sesuaikan dengan Usia

Menurut raisingchildren.net.au nggak ada kata terlalu dini untuk memberikan pendidikan seks pada anak. Pemberian pendidikan seks pada anak sejak dini bisa membantu anak untuk memahami bagian-bagian mana saja yang harus dilindungi dan dijaga. 

Bahkan pendidikan seks sudah bisa dilakukan sejak bayi benar-benar baru lahir alias usia 0 bulan loh Bun. Yang terpenting, pendidikan seks ini harus disesuaikan dengan usia anak ya. 

Biar nggak bingung, berikut tips pengenalan pendidikan seks yang dilansir dari raisingchildren.net.au:

Memperkenalkan bagian-bagian tubuh anak saat mandi

Di usia 0 hingga 2 tahun, Bunda bisa mulai memperkenalkan bagian-bagian tubuh anak termasuk bagian tubuh anak yang sensitif dan harus dilindungi.

Jadikan momen mandi bersama dan berpakaian sebagai momen untuk meningkatkan kesadaran anak tentang organ-organ di tubuhnya hingga ia hafal dan bisa membedakan dengan mudah. 

Belajar mengenal organ tubuh orang lain

Di usia menginjak 3 tahun, anak akan semakin penasaran dengan organ tubuh orang lain, misalnya tubuh milik ibunya atau ayahnya yang berbeda dengan miliknya.

Mereka pun akan semakin sadar jika organ tubuhnya dengan lawan jenisnya itu berbeda. Dari situ, Bunda bisa menjelaskan lebih detail lagi pada anak.

Tak perlu tabu untuk menyebutkan bagian-bagian tubuh seperti vagina dan penis ya Bun. Hal ini penting agar si kecil tidak memiliki persepsi yang salah atas area pribadi miliknya.

Gunakan Buku

Jika Bunda masih merasa sungkan, Bunda bisa juga membelikan buku yang isinya tentang mengenal bagian-bagian tubuh sehingga anak bisa lebih paham. Jangan lupa juga untuk menjelaskan jika setiap bagian tubuh memiliki fungsi yang berbeda-beda. 

Jangan lupa pula untuk menekankan area seksual tubuh merupakan area privasi yang tidak boleh dipegang oleh siapapun kecuali ayah dan bunda ya. 

Nah, itu dia Bun beberapa cara yang bisa Bunda lakukan untuk pendidikan seks pada anak sejak dini. Jangan diabaikan sebab pendidikan seks amat penting untuk masa depan anak nantinya. Wallahu’alam.

sumber: https://raisingchildren.net.au/school-age/development/sexual-development/sex-education-children

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *