Jangan Asal, Begini Cara Lakukan Potty Training yang Tepat

Potty training pada anak harus memperhatikan beberapa hal, di antaranya seperti anak sudah tidak sering mengompol. Hal ini biasanya dilakukan saat si kecil sudah berusia 18-24 bulan. (Sebunda.com/Desainer:Diyanpe)

Pernah enggak sih Bun, lagi asyik-asyik bermain dengan si kecil, tiba-tiba tanpa sadar celana si kecil sudah basah! Duh si kecil ternyata masih saja mengompol.

Potty training atau latihan melepas diapers saat usia si kecil makin besar memang nggak mudah Bun. Mengajarkan potty training juga nggak bisa asal, Bun. Harus disesuaikan dengan kondisi si kecil.

Arlita Putri, Sp.A menjelaskan jika mengajarkan potty training pada anak harus memperhatikan beberapa hal, di antaranya seperti anak sudah tidak sering mengompol. Hal ini biasanya dilakukan saat si kecil sudah berusia 18-24 bulan.

“Mengajarkan potty training bisa dimulai saat si kecil bisa menjaga popok dalam keadaan kering minimal 2 jam atau lebih. Selain itu, potty training juga bisa dilakukan saat si kecil sudah bisa membedakan antara pup dan pipis, serta sudah mampu memelorotkan celana (walaupun belum bisa melepas dan memakainya sendiri),” jelasnya.

Berikut beberapa tips dari dr. Arlita agar kegiatan potty training jadi menyenangkan:

  • Mempersiapkan potty training dengan membeli dudukan toilet dengan gambar lucu dan ukurannya pas untuk si kecil
  • Persiapkan juga celana yang mudah dinaik-turunkan agar anak mudah untuk melepasnya sendiri
  • Mengajari anak beberapa kata sebagai tanda untuk ke toilet, seperti pup, eek, pipis, dan lain sebagainya.
  • Biarkan anak mengawasi anggota keluarga saat menggunakan toilet, bicarakan jika Bunda baru saja pipis ke toilet. Contoh: saat melihat Bunda ke toilet maka ungkapkan “itu Bunda pup masuk ke kamar mandi,”
  • Pastikan si kecil kebutuhan serat dan air tercukupi agar nggak kena sembelit. Sembelit bisa membuat potty training jadi lebih sulit
  • Sabar dan tidak frustasi karena bisa memakan waktu hingga berbulan-bulan

dr. Arlita juga memberikan tips penjadwalan agar anak rajin ke toilet saat ingin BAK atau BAB:

Mengenalkan toilet

Jadikan pergi ke toilet sebagai rutinitas wajib untuk anak. Misalnya setelah bangun tidur atau sebelum tidur ajak anak ke toilet walaupun nggak pup atau nggak pipis, tetap ke toilet.

Mengajak anak ke toilet

Ajak anak ke toilet, tapi jangan sampai memaksa, saat anak mulai menunjukkan tanda-tanda ingin pipis atau pup

Reminder ke toilet

Saat melakukan aktivitas, ingatkan anak apakah ia ingin pergi ke toilet dulu. Jika tidak maka nggak perlu memaksanya, cukup mengingatkannya saja

Jangan terlalu lama di toilet

Sebaiknya, jangan biarkan anak berada di toilet terlalu lama karena akan terasa seperti hukuman

Berikan semangat dan pujian

Berikan anak pujian dan semangat karena sudah bisa pergi ke toilet secara mandiri. Jika belum berhasil, Bunda nggak perlu mengomel dan semangati anak untuk berusaha lagi. 

Nah Bun tetap semangat ya melakukan potty training. Karena pada dasarnya potty training memiliki banyak manfaat, Bun. Salah satunya dari sisi kesehatan di mana kulit anak nggak ruam lagi karena menggunakan popok sekali pakai. Selain itu, dengan melakukan potty training, si kecil akan lebih cepat mengenal aktivitas ke kamar mandi sehingga jadi lebih mandiri. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *