Jangan Marah-marah Bun, Ini Tipsnya Ajak Si Kecil Sholat

Mengajarkan anak sholat adalah bukan seberapa sering si kecil “berhasil” diajak sholat, tapi yang paling terpenting adalah bagaimana kita bisa “berhasil” menggerakkan hati si kecil untuk sholat. (Sebunda.com/Desainer:Diyanpe)

“Ya ampun, dari tadi suruh sholat, masih aja asyik main lego! AYO SHOLAT!”

Tidak asing dengan kalimat di atas Bun? Memang ya kadang-kadang maksud hati mengajarkan si kecil sholat, tapi kita jadi malah sering marah-marah. Apalagi kalau si kecil malah nggak mendengarkan, tetap asyik main atau justru mengeles macem-macem.

Hff! Sebelum mulai marah-marah lagi coba tarik nafas sebentar Bun. Kenapa tidak coba pendekatan berbeda kepada si kecil? Coba tips ajak si kecil sholat yang sudah bunmin rangkum ini yuk Bun.

Motivasi yang Benar

Salah satu hal penting yang perlu Bunda pahami sebelum mengajarkan anak sholat adalah bukan seberapa sering si kecil “berhasil” diajak sholat, tapi yang paling terpenting adalah bagaimana kita bisa “berhasil” menggerakkan hati si kecil untuk sholat. 

Seperti dalam salah satu video ceramah Ustadz Abu Salma Muhammad di Yufid TV dengan motivasi yang benar, hati si kecil akan dengan sendirinya mudah tergerak untuk sholat. 

“Nak, kalau sholat, Allah sayang sama kamu. Allah akan siapkan kamu surga. Surganya Allah itu indah sekali nak.” begitu Ustadz Abu Salma mencontohkan.

Menurutnya, hal yang sering sekali orang tua salah kaprah yakni hanya sering menyuruh anak sholat, tanpa menjelaskan kenapa sholat penting bagi si kecil. Bahwa Allah yang Maha Besar tidak butuh ibadah kita, karena kita lah yang pada dasarnya membutuhkan Allah sebagai satu-satunya tempat meminta.

“Anak yang sholat dari hatinya itu berbeda dengan anak yang kita perintahkan sholat,” jelas Ustadz Abus Salma.

Ikutan Bermain

Dalam salah satu kartun Islami buatan, Naoman Ali Khan secara sederhana ia pun tanpa sadar sering “memaksa” anak-anaknya untuk sholat bukannya mengajak.

Dalam video itu, secara sederhana pendakwah Amerika-Pakistan itu menunjukkan justru cara yang paling efektif untuk mengajak si kecil sholat adalah saat ia ikutan bermain lego dengan si kecil. 

Saat bermain, ia membisikkan kalimat sederhana, “Lain kali ikutan Baba sholat yuk”. Dan secara mengejutkan di hari berikutnya justru si kecil yang duluan mendatanginya untuk sholat.

Bentakan Bisa Bikin Traumatis

Naoman menjelaskan bentakan saat menyuruh anak sholat hanya akan berdampak traumatis bagi anak. Anak akan melihat sholat sebagai “hukum” dari orang tuanya dan mengerjakannya cuma agar tidak dibentak dan tanpa sadar justru membentuk mental untuk “menghindari sholat sebisa mungkin”. 

Padahal sholat pada dasarnya adalah usaha penuh cinta agar kita terkoneksi dengan Allah SWT. “It’s an act of love not act of fear” jelas Naoman.

Beri Contoh yang Benar

Bagaimana kalau mereka sesekali malas? Atau nggak mood buat sholat atau melewatkan banyak waktu sholat karena asyik main? It’s okay Bun. 

Yang terpenting bunda dan ayah selalu konsisten dalam memberi contoh yang benar. Tidak menunda sholat, dan tidak pula terpaksa dan selalu tampak menikmati waktu sholat. 

Jadi, kasih sayang, konsistensi, dan dorongan motivasi yang benar adalah kuncinya. “Karena InsyaAllah seiring waktu, Allah akan memberikan rasa cinta terhadap sholat.” ucap Naoman.

Iringi dengan Doa

Jika segala cara sudah diikhtiarkan, maka kini tinggal Bunda dan Ayah berdoa agar si kecil bisa mempelajari shalat dengan benar dan kelak bisa menjadi seorang anak yang shaleh dan shalehah.

Hal tersebut dituliskan dalam firman Allah pada Q.S. At-Taubah (9:103) seperti berikut:

 وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ 

Artinya, “Dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Semangat selalu mengajak si kecil sholat ya Bun!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *