MasyaAllah, Mulianya Pekerjaan Sebagai Ibu Rumah Tangga

Meskipun nggak bekerja di gedung tinggi dengan jabatan yang bagus, itu bukan akhir dari kehidupan. Bahkan Allah sudah menjanjikan pahala untuk Bunda karena sudah ikhlas dan sepenuh hati mengurus anak dan suami. Masya Allah.(Sebunda.com/Desainer:Diyanpe)

Bunda, menjadi seorang ibu rumah tangga bukanlah pekerjaan yang memalukan, justru Allah memberikan kemuliaan pada ibu rumah tangga. 

Meskipun nggak bekerja di gedung tinggi dengan jabatan yang bagus, itu bukan akhir dari kehidupan. Bahkan Allah sudah menjanjikan pahala untuk Bunda karena sudah ikhlas dan sepenuh hati mengurus anak dan suami. Masya Allah.

Berikut beberapa sumber yang menjabarkan kemuliaan ibu rumah tangga.

Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullāh berkata, “Islam menetapkan masing-masing dari suami dan istri memiliki kewajiban yang khusus agar keduanya menjalankan perannya masing-masing  sehingga sempurnalah bangunan masyarakat di dalam dan di luar rumah. Suami berkewajiban mencari nafkah dan penghasilan sedangkan istri berkewajiban mendidik anak-anaknya, memberikan kasih sayang, menyusui, dan mengasuh mereka, serta tugas-tugas lain yang sesuai baginya seperti mengajar anak-anak perempuan, mengurusi sekolah mereka, dan mengobati mereka serta pekerjaan lain yang khusus bagi kaum wanita. Bila wanita sampai meninggalkan kewajiban dalam rumahnya, berarti ia telah menyia-nyiakan rumah serta para penghuninya. Hal tersebut dapat menyebabkan kerusakan dalam keluarga baik secara hakiki maupun maknawi.”

Disebutkan dalam hadits dari ‘Abdullah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْمَرْأَةَ عَوْرَةٌ، وَإِنَّهَا إِذَا خَرَجَتْ مِنْ بَيْتِهَا اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ فَتَقُولُ: مَا رَآنِي أَحَدٌ إِلا أَعْجَبْتُهُ، وَأَقْرَبُ مَا تَكُونُ إِلَى اللَّهِ إِذَا كَانَتْ فِي قَعْرِ بَيْتِهَا

“Sesungguhnya perempuan itu aurat. Jika dia keluar rumah maka setan menyambutnya. Keadaan perempuan yang paling dekat dengan Allah adalah ketika dia berada di dalam rumahnya”. (HR. Ibnu Khuzaimah no. 1685 dan Tirmidzi no. 1173. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Dalam hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,

قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ

Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci” (HR. An Nasai no. 3231 dan Ahmad 2: 251. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)

Dari penjabaran hadits di atas, dapat disimpulkan jika kita ikhlas menjadi ibu rumah tangga yang bisa menyenangkan suami, mencukupi kebutuhan keluarga, maka Allah akan memberikan rahmat dan keberkahan untuk kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *