Sering Unggah Foto Anak di Sosmed Bisa Timbulkan Penyakit ‘Ain?

Penyakit ‘ain merupakan gangguan akibat pandangan mata seseorang yang tidak suka atau bahkan kagum berlebihan. (Sebunda.com/Desainer:Diyanpe)

Bunda, di dalam Islam ada yang dinamakan penyakit ‘ain yang munculnya dari pandangan mata. Efeknya nggak bisa disepelekan, sebab bisa menyebabkan sakit hingga meninggal dunia. Naudzubillah.

Lalu, benarkah penyakit ‘ain pada anak disebabkan karena sering mengunggah foto anak di sosmed?

Penyakit ‘ain sendiri dijelaskan sebagai gangguan akibat pandangan mata seseorang yang tidak suka atau bahkan kagum berlebihan. 

Hal ini dijelaskan oleh Al Lajnah Ad Daimah yang berbunyi:

مأخوذة من عان يَعين إذا أصابه بعينه ، وأصلها : من إعجاب العائن بالشيء ، ثم تَتبعه كيفية نفْسه الخبيثة ، ثم تستعين على تنفيذ سمها بنظرها إلى المَعِين

‘Ain dari kata ‘aana – ya’iinu yang artinya: terkena sesuatu hal dari mata. Asalnya dari kekaguman orang yang melihat sesuatu, lalu diikuti oleh respon jiwa yang negatif, lalu jiwa tersebut menggunakan media pandangan mata untuk menyalurkan racunnya kepada yang dipandang tersebut” (Fatawa Al Lajnah Ad Daimah, 1/271)

 

Seperti yang sudah disebutkan di atas, gangguan penyakit ‘ain bisa menyebabkan sakit hingga meninggal dunia. 

Bahkan, Rasulullah SAW pun sudah mewanti-wanti soal bahaya penyakit ‘ain ini, lho! 

العين حق، ولو كان شيء سابق القدر سبقته العين

“Ain itu benar-benar ada! Andaikan ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, sungguh ‘ain itu yang bisa” (HR. Muslim no. 2188).

 

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu, Rasulullah SAW bersabda:

أكثرُ مَن يموت بعدَ قضاءِ اللهِ وقَدَرِهِ بالعينِ

“Sebab paling banyak yang menyebabkan kematian pada umatku setelah takdir Allah adalah ain” (HR. Al Bazzar dalam Kasyful Astar [3/ 404], dihasankan oleh Al Albani dalam Shahih Al Jami’ no.1206).

 

Lalu benarkah penyakit ‘ain pada anak bisa terjadi karena orangtua sering mengunggah foto anaknya di sosmed?

Dilansir dari muslim.or.id, hal ini bisa terjadi karena ada pandangan hasad atau pandangan terlalu takjub dari orang lain pada foto atau postingan tentang anak kita. 

Penyakit ‘ain bisa juga timbul karena kekaguman meskipun pelaku yang memandangnya tidak berniat membahayakan.

Sebagai contoh, Bunda memposting anak dengan ekspresi lucu di sosial media, kemudian ada yang memandang hasad atau takjub terhadap anak Bunda. Bisa saja anak Bunda terkena ‘ain yang menyebabkan anak jadi sakit, nangis terus dan tidak mau berhenti, hingga tidak mau menyusu. 

Lalu, bagaimana mencegahnya?

Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan:

وإذا كان العائن يخشى ضرر عينه وإصابتها للمعين، فليدفع شرها بقوله: اللهم بارك عليه

“Orang yang memandang dengan pandangan kagum khawatir bisa menyebabkan ain pada benda yang ia lihat, maka cegahlah keburukan tersebut dengan mengucapkan: Allahumma baarik ‘alaih” (Ath Thibbun Nabawi, 118).

Atau sebagian pendapat menyebutkan untuk mencegah penyakit ‘ain sebaiknya mengucapkan laa haula walaa quwwata illa billah’ ketika melihat foto atau postingan orang yang membuat kagum. 

Kemudian, beberapa hadits menunjukkan untuk mencegah terjadinya ‘ain sebaiknya mendoakan keberkahan seperti kalimat “baarakallahu fiik” (semoga Allah memberkahimu) atau “baarakallahu laka” (semoga Allah memberkahimu). Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إذا رأى أحدكم من نفسه و أخيه ما يعجبه فليدع بالبركة فإن العين حق

“jika salah seorang dari kalian melihat pada diri saudaranya suatu hal yang menakjubkan maka doakanlah keberkahan baginya, karena ‘ain itu benar adanya” (QS. An Nasa-i no. 10872, dishahihkan Al Albani dalam Shahih An Nasa-i).

Dari hal tersebut, yuk, Bunda agar lebih bijak lagi dalam bermain media sosial. Sebaiknya jangan terlalu sering memposting anak kita karena dikhawatirkan bisa terkena ‘ain. Naudzubillah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *