Bun, Yuk Bikin Meal Planner Biar Nggak Boros

Dengan membuat meal planner, Bunda bisa merencanakan resep makanan untuk satu minggu ke depan. (Sebunda.com/Desainer:Diyanpe)

Salah satu cara berhemat yakni dengan mengatur apa yang kita makan seperti lebih memilih membuat makanan sendiri di rumah dibandingkan beli makanan di luar. 

Positifnya, dengan membuat makanan sendiri di rumah, kita bisa menjamin kebersihan dan kebutuhan nutrisi untuk keluarga kita. 

Namun, biar tetap hemat Bunda harus punya strategi, salah satunya yakni bikin meal planner yang bisa dilakukan hingga satu minggu ke depan. 

Meal planner adalah mengatur dan menyiapkan apa yang harus kita makan setiap pagi, siang, sore selama satu minggu ke depan. Dengan membuat meal planner, Bunda bisa merencanakan resep makanan untuk satu minggu ke depan. 

Jadi, Bunda dengan mudah bisa mengatur keuangan dan menghitung berapa yang harus dikeluarkan untuk makan selama satu minggu. Berikut tipsnya dari money.usnews.com.

Tentukan menu makanan yang akan dimasak

Sebaiknya Bunda mencatat dulu apa menu makanan yang hendak Bunda hidangkan selama satu minggu ke depan. Misalnya, pagi sarapan sereal, susu, atau buah. Makan siang memasak nasi, sayur-sayuran, dan lauk pauk. Dilanjutkan dengan makan malam membuat resep soto ayam misalnya.

Hal ini dilakukan agar Bunda bisa tahu apa saja yang harus dibelanjakan untuk satu minggu ke depan. Jadi, lebih ringkas karena nggak perlu ke luar rumah setiap hari apalagi di masa pandemi seperti ini. 

Berburu bahan makanan dengan harga terjangkau 

Setelah bahan yang harus dibeli sudah didapatkan, Bunda bisa mulai berburu bahan makanan di beberapa tempat sehingga bisa menemukan harga yang terjangkau. 

Misalnya Bunda bisa memanfaatkan tukang sayur online yang biasanya memiliki banyak diskon untuk buah dan sayur. Atau membeli secara langsung di pasar yang harganya juga murah. 

Jika ternyata buah Mangga lebih murah, nggak ada salahnya Bunda mengubah meal planner untuk konsumsi buah menjadi konsumsi mangga karena pas harganya lebih murah. 

Membuat jadwal

Sebaiknya buat makanan dengan rinci dan pastikan tidak ada agenda di luar yang membuat Bunda dan keluarga tidak makan seharian di rumah. Sebab, hal ini membuat makanan jadi mubazir dan terbuang percuma. Tentu Islam juga melarang untuk membuang-buang makanan, bukan? Jadi harus lebih ketat lagi saat membuat jadwal, ya, Bun.

Jangan membuat masakan dengan menu rumit

Sebaiknya masak dengan resep yang simpel dan disukai anggota keluarga dan yang terpenting nutrisinya terpenuhi. Sebab, masakan dengan proses yang rumit juga biasanya membutuhkan bahan yang mahal.

Nggak masalah kalau ingin membuat masakan ala restoran dengan bahan yang rumit sesekali, namun sebaiknya nggak setiap hari, ya. 

Buat daftar makanan yang mudah busuk dan yang tahan lama

Sebaiknya Bunda juga membuat daftar makanan yang mudah busuk dan tahan lama untuk menentukan mana dulu yang akan dimasak. 

Misal sayuran hijau hanya bisa bertahan 3 hari, maka sebaiknya sayuran hijau masuk dalam list yang harus dimasak terlebih dahulu.

Sedangkan telur yang bisa tahan hingga 2 minggu, bisa Bunda masak selama 1 minggu penuh karena awet. Dengan cara ini, nggak ada makanan yang mubazir dan terbuang sia-sia.

Bisa menghemat waktu

Dengan memiliki jadwal masak dan menyiapkan bahan makanan sesuai dengan hari yang disiapkan juga bisa menghemat waktu Bunda. Sebab, Bunda tinggal langsung masak saja tanpa pusing mencari bahannya satu per satu, semuanya sudah disiapkan dalam box makanan yang mudah dicari. 

Saat harus membagi waktu untuk WFH dan mengurus anak, Bunda bisa langsung memasukkan makanan untuk dimasak. Gampang kan Bun?

Nah, itu dia Bun beberapa tips untuk membuat meal planner yang bisa bikin keluarga tercukupi nutrisinya dan kantong nggak jebol. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *