Caraku Membuat Bebe Tersenyum Lebar

Saat lahir, anakku, Bebe, lebih sering kelihatan bingung dan berfikir sampai dahinya berkerut. (Sebunda.com/Desainer:Diyanpe)

Awalnya kupikir kalau manusia memang memiliki emosi sejak lahir. Ternyata tidak. 

Saat lahir, anakku, Bebe, lebih sering kelihatan bingung dan berfikir sampai dahinya berkerut. Dia sering bingung tentang suatu hal, contohnya, Bebe bingung melihat kakek dan neneknya bicara dari layar telepon atau kenapa bapaknya tidur mendengkur.

Aku pun menjelaskan satu per satu pada Bebe dengan bahasa yang mudah ia mengerti layaknya menjelaskan pada orang dewasa sampai ia tersenyum. 

Makin lama, senyumnya makin lebar dan lama-lama senyumnya mulai bersuara dan terdengar menyenangkan. 

Semakin sedikit hal yang membuatnya bingung maka semakin ia paham bagaimana bereaksi, semakin ia jadi anak yang periang.

Hari-hari ini, gigi atas Bebe sudah ada tiga yang tumbuh dan membuatnya jadi uring-uringan.  Bebe kembali belajar emosi baru yakni uring-uringan. Ia lebih senang menangis bahkan sampai mengigau.

Namun, karena menurut Bebe sebetulnya ia nggak punya alasan untuk menangis selain karena gusinya sakit, Bebe tertawa lepas saat aku dan suamiku berupaya membuat fokusnya teralih dari rasa sakit di gusinya.

Semua ini jadi hal baru bagiku dan sangat menarik. Fakta jika kita nggak lahir dengan pengetahuan tentang emosi, namun sudah mengembangkan kecerdasan emosi sejak dini sekali merupakan pengetahuan yang menggelitik rasa penasaranku.

 

Fathia, Jakarta Instagram @fathiahaq

**Kanal Diari Bunda merupakan kanal khusus kiriman Bunda-bunda pembaca setia sebunda.com :p Bunda punya pengalaman, tips, resep, atau bahkan curhatan sekadar pelepas uneg-uneg? Yuk kirim ke email kami di hellosebunda@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *