Kisahku Saat Pumping Keluar Darah

Di minggu pertama setelah 5 bulan wfh aku pumping lagi, bukannya asi yang keluar, ternyata malah darah. (Sebunda.com/Desainer:Diyanpe)

Aku seorang ibu bekerja. Alhamdulillah sejak ia terlahir ke dunia hingga berusia 13 bulan, tak pernah ada hambatan berarti dalam proses menyusui. Selama ngantor pun aku rutin Pumping 3 jam sekali, rekan kerja dan atasanku memahaminya, toh, di ruangan pumping pun aku tetap bekerja meski sesekali diselingi menonton drama.

Hingga musuh miliyaran manusia di dunia, virus corona, muncul, perusahaan tempat ku bekerja menghimbau karyawannya untuk bekerja dari rumah. Aku bersyukur bisa banyak waktu dan menyusui anakku secara langsung. Sayang, aku tak mempersiapkan diri bagaimana jika aku mulai bekerja lagi. Benar-benar selama wfh, aku tak pernah pumping sama sekali. Selang 5 bulan wfh, kantor mulai meminta karyawan masuk seminggu sekali.

Lalu di minggu pertama aku pumping lagi, bukannya asi yang keluar, ternyata malah darah. Rasanya pedih, takut tak bisa menyusui lagi. Masih tersisa 6 bulan lagi sampai anakku lulus asi. Semalemnya anakku emang mengigit putingku sampai lecet, tapi aku tak menyangka akan sampai berdarah. Kata dokter aku harus memulihkan dulu hingga tidak terasa sakit menyusui baru boleh pumping banget. Alhamdulillah sekarang kondisiku membaik. Bunda-bunda yang mengasihi, semangat. Jangan lupa sedia nipple cream agar putting tetap lembab dan gak lecet 🤗

LJ, Bekasi

**Kanal Diari Bunda merupakan kanal khusus kiriman Bunda-bunda pembaca setia sebunda.com :p Bunda punya pengalaman, tips, resep, atau bahkan curhatan sekadar pelepas uneg-uneg? Yuk kirim ke email kami di hellosebunda@gmail.com 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *