Ngajarin Garuda Iqro Itu Sungguh Ujian Kesabaran

Anakku itu tipe anak kompetitif, maunya langsung bisa baca iqro supaya dibilang paling pinter di kelas, tapi dia juga gampang frustrasi. (Sebunda.com/Desainer:Diyanpe)

Sejak umur 4 tahun, anakku, Garuda, mulai kukenalkan ke lembaga mengaji agar bisa baca Iqro. Namun, baru 2 bulan ngaji, madrasah di samping masjid itu terpaksa tutup karena pandemi sehingga memaksa buah hatiku untuk belajar mengaji dan baca iqro di rumah.

Karena anakku tipe anak yang lebih suka gerak aktif, agak susah membuatnya fokus belajar. Dia sih tipe anak kompetitif ya, maunya langsung bisa baca iqro supaya dibilang paling pinter di kelas, tapi dia juga gampang frustrasi jadi kalau salah sedikit langsung nangis sambil merengek “kok aku nggak bisa ngaji?” Kalau sudah begini, sungguh aku benar-benar merasa sedang diuji sama Allah, seberapa sabar aku menghadapi anakku belajar Iqro.

Sampai ada satu titik dia nggak mau menyentuh buku iqro lagi karena pas bu gurunya video call, ternyata bacaan dia belum lancar setelah beberapa kali salah sebut huruf. Dari situ aku sadar, yang harus aku ajarkan duluan bukan huruf iqro, tapi percaya diri, semangat belajar, dan pantang menyerah. 

Sekarang school from home sudah berjalan sekitar 4 bulan, alhamdulillah dia sudah nggak nangis lagi kalau diajari baca iqro. Dia juga sesekali minta diajari iqro walaupun hari itu bukan jadwalnya.

Sudah lancar baca iqro? Pasti belum dong, namanya juga masih belajar hehe. Tapi setidaknya aku mulai memahami apa yang sebenarnya anakku butuhkan. 

 

Asni Harismi, Tangerang.

**Kanal Diari Bunda merupakan kanal khusus kiriman Bunda-bunda pembaca setia sebunda.com :p Bunda punya pengalaman, tips, resep, atau bahkan curhatan sekadar pelepas uneg-uneg? Yuk kirim ke email kami di hellosebunda@gmail.com 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *