Saat Si Bungsu Sedang Ingin Selalu Diprioritaskan

Si bungsu Tania yang tiba-tiba menangis kencang karena tidak diberikan kartu berhitung sang kakak. (Sebunda.com/Desainer:Diyanpe)

Suatu malam aku tengah mengajari putra sulungku, Dean perhitungan matematika, kini pelajarannya sudah sampai bilangan 11 – 20. Di dalam kamar, kami menggunakan kartu bergambar mengenai penjumlahan. 

Kemudian si bungsu, Tania masuk dan seperti biasa nimbrung ingin ikutan. Ia pun mulai merengek menginginkan semua kartu untuknya. Aku berusaha bersabar lalu memberi sebagian yaitu kartu dengan angka 1 – 10 untuknya, dengan memberi pengertian kalau kartu yang lain ini untuk mas Dean belajar.

Tapi Tania tetap menginginkan semuanya sambil teriak, “aku mau semua kartunya!!.” dan nangis yang begitu kencangnya. Lalu keluar kamar karena tidak mendapatkan yang diinginkan. 

Tania masih terus menangis sampai beberapa saat, hingga papa nya menegurku untuk mendiamkan Tania. Aku sudahi dulu belajar dengan Dean dan mengajak main Tania. Sesaat Tania diam, namun tak lama seperti ada yang mengganjal ia pun nangis kencang lagi. 

Ini tak seperti biasanya. Akhirnya aku diamkan saja dulu, beri Tania waktu. Dan juga ini mungkin karena Tania ngantuk, makanya rewel. Dan benar Tania pun akhirnya diam, minta dibuatkan susu kemudian tidur. 

Malam itu aku kembali introspeksi agar bagaimana caranya agar anak tidak terlalu lama rewel dan menangisnya. Karena katanya hal ini bisa merusak memori dan sambungan simpul syaraf di dalam kepala anak yang sedang berkembang. 

Lalu aku pun sadar selain karena memang sedang masa “kepemilikannya” Tania, mungkin juga karena ia cemburu karena aku sedang bersama kakaknya, dan yang dia inginkan adalah ia menjadi lebih prioritas dibanding kakaknya, Dean. Dan hal ini sangat wajar untuk usia Tania, sambil tetap mengatakan hal yang seharusnya atau sebaiknya.

Ya, setiap orang pasti menginginkan menjadi lebih prior, lebih penting. Tentu benar adanya, jika memang status kita prioritas, seperti nasabah prioritas atau golongan orang yang termasuk mendapat kursi prioritas. 

Namun selebihnya, tetap harus memperhatikan rasa keadilan, asas berbagi, dan tidak melanggar norma atau peraturan yang ada. Hal ini juga harus menjadi bahan ajar orang tua dalam mendidik anaknya untuk menjadi seorang yang rendah hati dan senang berbagi, bahwa bisa jadi ada orang lain yang lebih membutuhkan perhatian atau yang sifatnya materiil di saat dan kondisi tertentu. 

 

Bunda Diah Probo, Tangerang Selatan

Instagram @diah_probo

**Kanal Diari Bunda merupakan kanal khusus kiriman Bunda-bunda pembaca setia sebunda.com :p Bunda punya pengalaman, tips, resep, atau bahkan curhatan sekadar pelepas uneg-uneg? Yuk kirim ke email kami di hellosebunda@gmail.com 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *