Yuk Vaksin Buah Hati Bun, Insya Allah Aman dan Halal

Di beberapa grup keluarga, vaksin bahkan bisa jadi perdebatan loh bun, apakah vaksin untuk balita termasuk halal atau haram. (Sebunda.com/Desainer:Diyanpe)

Bunda yang baru menjadi ibu mungkin sering bingung lantaran banyaknya informasi simpang siur soal vaksin untuk sang buah hati. Di beberapa grup keluarga, vaksin bahkan bisa jadi perdebatan loh bun, apakah vaksin untuk balita termasuk halal atau haram.  

Sayangnya, karena minimnya akses informasi legit yang dimiliki orangtua, nggak sedikit orangtua yang memilih untuk nggak memberikan vaksin karena khawatir akan menimbulkan mudharat karena belum jelas kehalalannya. 

Berikut ini beberapa alasan yang membuat orangtua tidak memvaksin anak balitanya:

  • Menganggap vaksin haram karena menggunakan media ginjal kera, babi, hingga alkohol
  • Lebih banyak bahayanya dibanding manfaatnya karena mengandung mercuri thimerosal, aluminium, dan zat berbahaya lainnya
  • Adanya laporan jika anak yang tidak melakukan vaksinasi tetap sehat-sehat saja

Tentunya, sebagai orangtua muslim, kita tentu wajib memperhatikan apa yang masuk ke dalam tubuh anak-anak kita. Hal ini sebagai ikhtiar agar anak kita selalu dalam ridha Allah SWT dan bersih dari hal-hal yang diharamkan. 

Tapi, kita juga wajib mencari tahu kebaikan-kebaikan apabila melakukan vaksin. Dibandingkan, jika ternyata banyak manfaat dibanding mudharatnya, tidak masalah untuk memberikan vaksin pada anak sebagai langkah ikhtiar. 

Lalu, bagaimana dengan pandangan Islam terhadap fenomena ini?

Dilansir dari muslim.or.id, vaksinasi merupakan salah satu program pemerintah Indonesia yang sifatnya wajib untuk mencegah penyakit serta meningkatkan kekebalan tubuh hingga anak dewasa nantinya.

Islam sendiri sudah mengatur jika sebagai warga negara, kita wajib taat dan patuh terhadap aturan pemerintah. Seperti firman Allah dalam Surah An Nisa ayat 59:

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.”

Dari penjelasan ayat di atas, dapat dijelaskan jika kita wajib taat pada aturan pemerintah dalam hal yang sesuai syariat atau pun hal yang mubah.

Hal ini juga sesuai dengan hadits Rasulullah SAW: 

سمعوا وأطيعوا، إلا أن تروا كفراً بواحاً عندكم عليه من الله برهان

Artinya: “Mendengar dan taatlah kalian (kepada pemerintah kalian), kecuali bila kalian melihat kekafiran yang nyata dan kalian memiliki buktinya di hadapan Allah.” [HR. Bukhari dan Muslim]

MUI (Majelis Ulama Indonesia) sebagai lembaga Islam yang mengatur aturan di Indonesia pun mengeluarkan fatwa melalui MUI Nomor 4 tahun 2016 yang memperbolehkan penggunaan vaksin sebagai upaya meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Dikatakan juga, melakukan vaksinasi di dalam Islam menimbang al hajat, yang berarti kondisi terdesak, di mana pemberian vaksin harus dengan catatan jika tidak mendapatkannya akan menyebabkan kematian, kecacatan, hingga penyakit berat. 

MUI menjamin, setiap obat atau vaksin yang dikeluarkan pemerintah sudah melalui pengecekan yang ketat, uji klinis, hingga uji efek samping. Sehingga vaksin yang diberikan aman. 

Jadi, Bunda jangan khawatir lagi ya, dan berikan vaksin pada anak untuk berjaga-jaga. InsyaAllah vaksin aman dan halal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *