Astagfirullah, Ternyata Mom Shaming Tidak Berbeda dengan Body Shaming!

Ternyata dampak Mom’s Shaming tidak berbeda dengan Body’s Shaming

Assalamu’alaikum Bunda-bunda! Pasti pernah mendengar sebelumnya mengenai tindakan ‘body shaming’. Kalau soal Mom Shaming, sudah pernah tahu belum?

Nah! Sebenarnya body shaming dan mom shaming ini tidak jauh berbeda. Body Shaming merupakan sebuah tindakan mengomentari bentuk fisik orang lain. Sedangkan Mom Shaming sendiri lebih mengarah pada kritik mengenai pola asuh anak kepada seorang bunda.

Faktanya perilaku mom shaming seringnya dilakukan oleh sesama bunda. Hal ini dikarenakan pelaku mom shaming sering kali merasa, cara asuhnya adalah yang paling benar di antara ibu lainnya. 

Terus, kenapa body shaming dan mom shaming bisa dikatakan serupa? Bukankah sekilas tampak sangat berbeda? 

Alasannya ternyata dampak dari kedua hal ini dapat berpengaruh pada masalah mental seseorang. Apalagi intensitas waktu yang dirasakan oleh korban tidaklah sebentar, melainkan berlangsung secara terus-menerus. 

Hal ini tentu bisa membuat ibu yang menjadi korban mom shaming merasa tertekan. Korban mom shaming cenderung berpikiran bahwa dirinya bukanlah ibu yang baik.

Seperti yang dikatakan oleh Richard A. Honaker, MD, FAAFP, dalam Richmond (2017), mom shaming bisa terjadi selama bertahun-tahun hingga memunculkan kimia otak yang abnormal. Dengan ekspektasi yang lebih tinggi, pengasuhan menjadi lebih intens dan juga terjadi peningkatan kecemasan dan depresi pada ibu (Walton, 2012).

Duh ternyata baik body shaming maupun mom shaming sama berbahayanya ya Bunda. Sungguh benar perkataan Rasulullah SAW: 

“Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata yang baik atau diam.” [HR Bukhari]

Semoga mulut kita terhindar dari perkataan buruk ya Bunda. Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *