Bandingkan Persalinan, Termasuk Mom Shaming?

Mom Shaming terjadi ketika perilaku tersebut dampaknya membuat Bunda merasa tidak nyaman (Sebunda-Pixabay)

Assalamualaikum Bunda. Pernah nggak sih bun dikritik sama orang lain mengenai proses persalinan yang Bunda jalani? Atau jangan-jangan malah Bunda yang mengomentari proses persalinan teman Bunda sendiri?

Misalnya saja Bunda baru melahirkan dengan proses caesar karena suatu kondisi yang mengharuskan Bunda mengambil jalan tersebut. Namun ada teman Bunda yang datang dan kemudian mengatakan, “Yah belum jadi ibu sempurna dong karena nggak lahiran normal?”. Kata-kata tersebut telah membuat Bunda merasa sedih dan minder terhadap diri sendiri.

Nah! Contoh seperti ini ternyata bisa masuk ke perilaku Mom Shaming lho! Meskipun sebenarnya komentar yang dilontarkan mungkin hanya terkesan lelucon belaka. Namun jika korban atau Bunda merasa tidak nyaman dengan perkataan tersebut, maka bisa masuk dalam perilaku Mom Shaming.

Seperti yang dijelaskan oleh dra. A. Kasandra Putranto, sebagai Psikolog Keluarga ketika dihubungi oleh Sebunda, “Mom Shaming merupakan, segala perilaku yang memberikan ucapan dan atau menampilkan sikap dan perbuatan terkait dengan identitas, aktivitas dan kegiatan seorang ibu (ibu-ibu) lain, namun sebenarnya menimbulkan perasaan tidak nyaman pada orang lain yang menerima perilaku tersebut.”

Dalam hal ini Kasandra menekankan, sesuatu dapat disebut Mom Shaming ketika dilihat dari dampaknya. Mom Shaming terjadi ketika perilaku tersebut dampaknya membuat Bunda merasa tidak nyaman, malu, tertekan, sedih dan merasa dipermalukan. Namun itu tidak dikatakan dalam Mom Shaming, jika Bunda tidak merasakan dampak seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *