Bunda, Ini Tips Mencegah Toxic Parenting Sejak Dini

Pembelajaran soal Toxic Parenting ini juga dan bahkan penting dilakukan untuk yang belum menikah, lho! (Sebunda.com/Desainer:Diyanpe)

Menjadi orang tua memang enggak mudah Bunda. Maksud hati ingin memberikan yang terbaik, salah-salah kita bisa terjebak dalam jeratan Toxic Parenting. 

Ya kadang, demi “mengedepankan kebaikan untuk anak” banyak orang tua yang mewajarkan untuk berkata kasar, membanding-bandingkan anak, hingga melakukan kekerasan fisik pada anak. Naudzubillahiminzalik..

Tentunya bunda-bunda tidak ingin menjadi orangtua yang seperti itu bukan? Nah agar kedepannya bunda atau calon bunda tidak menjadi orangtua yang bergelar toxic parenting, bunda-bunda perlu mempelajari pencegahannya.

Menurut Psikolog Bunda Lucy, pembelajaran soal Toxic Parenting ini juga dan bahkan penting dilakukan untuk yang belum menikah, lho! Jadi, saat punya anak nanti, orangtua lebih bisa mengontrol emosi dengan baik terhadap anak.

Apa saja sih yang perlu dipelajari? Yuk disimak pembelajaran dan pencegahan Toxic Parenting dari Bunda Lucy biar Bunda lebih memahami anak dan tidak memiliki emosi yang meledak-ledak.

Belajar Komunikasi

Hal pertama yang perlu bunda lakukan yakni mengikuti pelatihan cara berkomunikasi dengan dan bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain. 

“Misalnya dengan mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh diucapkan pada anak,” jelas Bunda Lucy.

Kemampuan komunikasi ini merupakan dasar dari menghindarkan diri dari Toxic Parenting loh Bun. Jadi perlu berkali-kali dilatih.

Tidak Reaktif

Bunda Lucy juga menambahkan agar terbebas dari toxic parenting, seseorang juga perlu belajar untuk memaknai sebuah persoalan tidak dengan cara reaktif. Bunda perlu memikirkan sejenak sebelum merespon tingkah laku anak yang mengesalkan.

“Contoh memaknai hal dengan reaktif yakni seperti anak membuat kesal, tanpa pikir panjang orangtua jadi marah dan akhirnya malah mengucapkan hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Cara terbaik dalam merespon, lanjut Bunda Lucy, yakni dengan terlebih dahulu menelaah apa yang membuat anak memiliki perilaku mengesalkan tersebut. “Kemudian komunikasikan agar bisa menemukan solusinya,” tambahnya.

Mengelola Emosi Diri

Terakhir, Bunda Lucy juga menyarankan untuk belajar mengelola emosi di dalam diri orangtua. Caranya yakni dengan sering mengecek setiap emosi yang dirasakan mulai dari sekarang. 

Menurut Bunda Lucy nggak sedikit orang-orang toxic yang sebenarnya juga toxic pada dirinya sendiri. 

“Kenali dulu dan cek emosi, sebenarnya kita toxic nggak sih terhadap diri kita sendiri. Kalau kita masih toxic sama diri sendiri bagaimana dengan orang lain,” tegasnya. 

 

Nah itu dia tips dari Bunda Lucy untuk mencegah Toxic Parenting. Tidak ada kata terlambat untuk terus memperbaiki pola asuh kita Bunda. Yuk terapkan demi masa depan si kecil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *