Bunda, Ini Tips Produktif WFH Sambil Mengasuh Anak

Produktif sambil mengasuh anak di rumah? Kenapa tijdvak. (Sebunda.com/Desainer:Diyanpe)

Kebijakan PSBB yang dimulai tanggal 14 September lalu membuat semua orang harus WFH (work from home) lagi, termasuk Bunda-bunda.

Tentu bukan hal mudah tetap bekerja sambil mengasuh anak di rumah. Apalagi saat anak sudah bisa merangkak atau berjalan. 

Tapi, jangan sampai hal ini membuat Bunda-bunda jadi stres, ya. Tarik napas dalam-dalam dan rileks, karena Bumin punya tips nih biar Bunda-bunda tetap bisa produktif WFH sambil mengasuh anak. 

 

  1. Sebaiknya bikin jadwal rutin

Agar pekerjaan tetap berjalan lancar, Bunda-bunda harus mulai disiplin nih membuat jadwal apa dulu yang harus dikerjakan. Misal, selepas shalat subuh saat anak belum bangun, Bunda bisa mulai mencicil untuk memasak dan melakukan pekerjaan rumah. 

Kemudian, Bunda-bunda bisa menyesuaikan jadwal dengan jam tidur anak atau jam makan anak, sehingga Bunda tahu kapan harus mulai bekerja. 

Biar nggak lupa, Bunda-bunda bisa menempelkan jadwal ini dengan notes warna-warni di kulkas atau dinding. 

 

  1. Berbagi tugas dengan suami

Kalau suami juga pas kebagian WFH, Bunda-bunda bisa membuat kesepakatan dengan suami untuk berbagi tugas, nih. Misal saat Bunda harus ada meeting online, maka suami giliran menjaga anak, begitu pun sebaliknya. 

Nggak hanya itu, diperlukan kerjasama juga agar pekerjaan rumah juga bisa diselesaikan dengan baik. Contoh saat Bunda memasak, maka suami bagian mencuci baju, menjemur, dan menyapu rumah. 

 

  1. Pisahkan ruang bekerja dan ruang main anak

Sebaiknya pisahkan ruang bekerja dengan ruang main anak agar Bunda-bunda juga fokus bekerja. Hal ini juga dilakukan agar anak tidak merecoki pekerjaan Bunda-bunda.

Meskipun dipisah, pastikan kalau ruangan Bunda-bunda bekerja masih bisa menjangkau ruangan bermain anak, ya. Dan pastikan juga kalau ruang bermain anak sudah aman. 

 

  1. Beri pemahaman pada anak

Meskipun anak masih nggak bisa mengerti pekerjaan orang dewasa, tapi Bunda-bunda bisa memberikan pemahaman pada anak setiap hari secara perlahan, ya. Misal saja, di jam tertentu Bunda-bunda harus meeting, jadi anak bermain sendiri dulu. Beritahu bahwa Bunda-bunda harus bekerja untuk membeli mainan atau makanan kesukaan anak.

Memang nggak gampang sih Bun, tapi kalau Bunda-bunda menjelaskan dengan lemah lembut pasti anak juga akan mengerti dan tidak mengganggu Bunda-bunda untuk sementara waktu. 

 

  1. Jangan lupa istirahat

Meskipun pekerjaan Bunda-bunda banyak, tapi jangan lupa untuk istirahat minimal melakukan power nap selama beberapa menit ya, Bun. 

Menyisihkan waktu untuk istirahat penting, lho untuk mental Bunda-bunda agar nggak gampang marah atau stres. Istirahat sebentar tentu akan membuat pikiran Bunda-bunda kembali fresh.

Kalau nggak ngantuk, Bunda-bunda bisa mencari kesenangan lain seperti memakan camilan enak, rebahan, atau menonton video lucu. 

Nah, itu dia tips agar Bunda-bunda tetap fresh dari Bumin yang bisa dicoba, ya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *