Bunuh Diri Akibat Postpartum Depression, Ini Cara Pencegahannya!

Seorang perempuan yang baru melahirkan bisa berniat membunuh diri akibat Pospartum Depression (Sebunda.com/Pixabay)

Assalamualaikum Bunda. Memperingati World Suicide Prevention Day, Sebunda.com beberapa waktu lalu melakukan wawancara khusus dengan Psikolog, Andita Nathania, M.Psi mengenai kemungkinan munculnya keinginan bunuh diri dari seorang bunda yang baru saja melahirkan. Kok bisa? Yuk baca ulasannya di bawah.

Pasti Bunda sebelumnya sudah pernah dengar istilah baby blues. Ya, baby blues yaitu kegelisahan, kecemasan berlebihan yang dialami seorang ibu pasca melahirkan sang buah hati. Namun sudah tahu belum sih Bun, kalau sebenarnya ada yang lebih berbahaya dari itu yakni postpartum depression

Postpartum depression merupakan gangguan psikologis yang dialami ibu pasca melahirkan. Menurut Psikolog, Andita Nathania, M.Psi,  postpartum depression lebih berbahaya dibandingkan baby blues, hal ini dilihat dari intensitas gangguan psikologi yang dialami ibu pasca melahirkan menjadi lebih sering.

“Postpartum depression moodnya lebih ke depresi, kaya sedih, nangisnya nggak jelas kenapa. Lebih sensitif, jadi lebih gampang tersinggung, mudah marah, atau mungkin ada rasa nggak berdaya, karena merasa sudah tidak tahu mau bagaimana lagi. Kemudian energinya hilang, susah konsentrasi, kecemasannya berlebihan, sampai mungkin ada pikiran untuk bunuh diri.” Ujar Andita saat dihubungi Sebunda.com.

Dari pernyataan tersebut dapat dipahami bahwa dampak dari postpartum depression bisa mengakibatkan ibu memiliki pikiran untuk bunuh diri. Dan tak hanya itu, gangguan psikologis ini juga bisa membuat ibu tidak menyayangi anaknya sendiri, bahkan bisa berujung menyakiti anaknya.

Untuk menghindari terjadinya hal tersebut, Andita sebagai Psikolog memberikan saran bagi para ibu agar lebih melakukan persiapan secara fisik, mental dan finansial sebelum atau di awal kehamilan. Karena dengan adanya persiapan matang dari seorang ibu bisa meminimalisir timbulnya postpartum depression.

Sedangkan jika sudah terlanjur terjadi, ibu yang mengalami postpartum depression sangat membutuhkan support dari pasangan, keluarga terdekat dan orang-orang terdekatnya. Selain itu jika ibu sudah masuk ke postpartum depression maka perlu didampingi tenaga ahli seperti psikiater atau psikolog untuk memulihkan kondisinya.

Mengerikan ya Bunda? Jika Bunda dalam kondisi tersebut atau mengetahui saudara, sahabat, atau tetangga sekitar yang saat ini berada dalam kondisi psikologis yang mirip dengan postpartum depression, jangan ragu untuk minta bantuan atau hubungi psikolog ya untuk mencegah bahaya seperti bunuh diri ini. Semoga Allah senantiasa melindungi kita semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *