Cara Meredam Amarah Biar Nggak Jadi Orangtua Toxic

Jangan sampai Bunda keceplosan dan malah mengucapkan kata-kata yang bikin anak jadi sakit hati. Nggak mau kan jadi orangtua yang toxic? (Sebunda.com/Desainer:Diyanpe)

Mendampingi anak school from home disaat pandemi seperti ini memang nggak mudah ya, Bun. Saat kita juga sibuk karena harus WFH dan anak minta diajarkan soal pelajaran online, Bunda harus bisa mengontrol diri.

Jangan sampai Bunda keceplosan dan malah mengucapkan kata-kata yang bikin anak jadi sakit hati. Nggak mau kan jadi orangtua yang toxic?

Psikolog Klinis, Chitra Ananda Mulia, M.PSi, Psi, punya tips nih agar Bunda-bunda bisa meredam amarah saat anak mulai rewel karena SFH. Salah satunya yakni jangan langsung bereaksi. 

“Tarik nafas yang panjang dan jangan langsung bereaksi misal mengucapkan kata-kata yang menyakiti anak. Bunda harus paham jika anak mulai berulah biasanya karena dua hal yakni cari perhatian atau kurang perhatian,” ujarnya.

Maka dari itu, penting sebagai orangtua untuk membangun komunikasi yang baik dengan anak, biar keduanya sama-sama saling memahami.

“Berikan perhatian pada anak dan tanyakan mengapa anak melakukan hal seperti itu dan berikan juga pengertian bahwa perilaku tersebut bukan perilaku yang disetujui,” jelasnya.

Chitra juga mengungkapkan, perilaku ibu yang sampai tega melakukan kekerasan fisik pada anak adalah karena mereka belum siap menjadi seorang ibu. Belum ada kesadaran bahwa ada tanggung jawab besar dalam mendidik anak, sehingga sering menjadikan anak sebagai luapan emosi.

Untuk itu, sebelum memutuskan memiliki anak, sebaiknya Bunda-bunda menyiapkan mental terlebih dahulu, ya. Apakah nanti saat sudah punya anak siap untuk mendidiknya dengan baik serta agar terhindar dari perilaku toxic. 

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *