“Ibuku Kok Di Rumah Aja Tapi Nggak Ada Waktu Main Sama Aku?”

Meski WFH, berikan waktu bermain dengan anak lebih banyak dibanding saat Bunda bekerja di kantor ya Bun. (Sebunda.com/Desainer:Diyanpe)

Saat kondisi pandemi seperti ini dan harus WFH, tentu Bunda-bunda harus bisa membagi waktunya dengan baik, yakni mengurus pekerjaan sekaligus memberikan waktu luang untuk anak. 

Jangan sampai menjadi orangtua toxic yang malah memarahi anak saat anak meminta bantuan untuk tugas sekolah online atau mengajak bermain. 

Psikolog Karina Negara, B.A, M.PSi, memberikan beberapa saran menjadi orangtua yang baik apalagi saat pandemi seperti ini. Salah satunya yakni memberikan kejelasan pada anak soal waktu untuk bermain dan belajar.

“Mungkin saat di pandemi ini kita sebagai orangtua harus lebih banyak adjustment ya. Menurutku memberikan waktu 30 menit untuk anak itu udah paling minimal, ya. Tapi kalau bisa lebih ya waktunya dilebihin,” jelasnya dalam channel Youtube Tentang Anak

Menurutnya, anak akan mempertanyakan keberadaan orangtuanya yang sering di rumah tetapi tidak memiliki waktu luang. Untuk itu, wajib bagi orangtua memberikan kejelasan waktu pada anak.

“Soalnya anak disaat pandemi seperti ini juga butuh kejelasan, misalnya ‘ini ibuku kok di rumah aja tapi nggak pernah ada waktu untuk main sama aku’ gitu kan pikiran anak-anak. Jadi, memang harus diberi batasan kejelasan, contohnya beda ruangan antara ibu bekerja dan anak bermain,” tambahnya. 

“Ibu nanti bisa memberi pengertian misal ‘ibu di ruang kerja 30 menit untuk bekerja ya, nanti kalau sudah 30 menit ibu keluar lagi untuk bermain.’ Jadi pisah ruangan bisa memberitahu anak kalau orangtua sedang bekerja,” jelas Karina. 

Karina juga menambahkan, seringkali orangtua menjadi orang yang busy, padahal sebenarnya mereka bisa secara perlahan memberi tahu soal kejelasan waktu pada anak.

“Cara ini dilakukan biar nggak jadi orangtua yang sibuk. Jadi nanti anak malah berpikir kalau orangtuanya PHP, ditungguin tapi nggak ngajak main, “ tambahnya.

Nah, itu dia Bun beberapa saran dari psikolog Karina Negara agar tetap menjadi orangtua yang baik dan tidak toxic. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *