Jangan Jadi Bunda yang Pasif, Yuk Sering Ajak Ngobrol Bayi

Meskipun nggak bisa memahami maksud bayi, mengobrol dengan bayi bisa meningkatkan bonding atau ikatan antara Bunda dan bayi. (Sebunda.com/Desainer:Diyanpe)

Setelah bayi lahir, hal penting yang harus Bunda biasakan yakni mengajak bayi mengobrol. Meskipun nggak bisa memahami maksud bayi, mengobrol dengan bayi bisa meningkatkan bonding atau ikatan antara Bunda dan bayi. 

Aktivitas mengobrol dengan bayi bisa Bunda lakukan saat sedang memandikan si kecil, mengganti popok atau saat menyusui.

Mengobrolnya pun hal yang sederhana saja, misalnya memuji karena tidak menangis saat mandi atau badannya wangi saat mandi. Momen-momen ini bisa dilakukan untuk merangsang perkembangan kemampuan bicara si kecil nantinya. 

Andreas, M.Ked (Ped), Sp.A, menjelaskan soal pentingnya mengajak ngobrol bayi. Hal ini dilakukan untuk menstimulasi perkembangan bicara dan juga personal sosialnya.

“bayi bisa diajak bicara sejak dini ketika bayi sudah bisa merespon suara, kira-kira berumur dua bulan,” jelas dr. Andreas.

Jika Bunda pasif dan bayi jarang diajak berbicara, akan membuat kedekatan psikologis Bunda dan bayi jadi nggak bagus.

“Perkembangan bicara dan personal sosial bisa terhambat. Dan bayi cenderung introvert,” jelasnya. 

Berikut beberapa tips Bunda untuk mengobrol bersama bayi, disimak, ya.

Mengobrol seperti orang dewasa

Bunda bisa mengobrol dengan bayi seperti orang dewasa dengan kosakata dan pengucapan yang benar dan tidak perlu dibuat-buat. Dengan pengucapan yang benar akan membuat si kecil bicaranya juga lebih baik. 

Menirukan suara bayi

Bunda juga bisa mencoba mengobrol dengan bayi dengan menirukan suara bayi tapi nggak perlu berlebihan, ya. Hanya penekanan pada akhir kata atau kalimat saja. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *