Jangan Panik Bun, Begini Cara Atasi Penyakit Kolik pada Anak

Biasanya, kolik pada anak muncul beberapa minggu setelah anak lahir dan akan berhenti di usia 4 bulan. (Sebunda.com/Desainer:Diyanpe)

Penyakit kolik pada anak kadang pasti membuat Bunda panik karena anak bisa menangis hingga berjam-jam setiap harinya. 

Biasanya, kolik pada anak muncul beberapa minggu setelah anak lahir dan akan berhenti di usia 4 bulan. Penyebab utama kolik diduga karena gangguan berlebihan seperti produksi gas berlebih pada saluran cerna.

Namun, Bunda nggak perlu panik berlebihan, sebab kolik pada bayi tidak berbahaya dan akan membaik dengan membaiknya saluran pencernaan. 

Gejala kolik yang wajib diwaspadai pada bayi yakni saat:

  • Tubuhnya lemas saat diangkat
  • Tangisnya melengking dan terus-menerus
  • Memuntahkan cairan hijau
  • Urin yang dikeluarkan jumlahnya sedikit
  • Diare
  • Nafsu makan berkurang
  • Kejang
  • Ubun-ubun tampak menonjol
  • Demam tinggi

Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Jika gejala kolik termasuk normal, tidak sampai menyebabkan gejala seperti di atas, Bunda cukup melakukan hal ini:

  • Memijat perut bayi dengan lembut dengan pijatan ILU yang direkomendasikan
  • Menggendong bayi saat menangis dan mengusap punggungnya agar nyaman
  • Memandikan bayi dengan air hangat dan balur bagian punggung, perut, dan kaki dengan minyak telon
  • Menggunakan cahaya redup di kamar agar bayi bisa istirahat dengan tenang
  • Saat minum ASI, pastikan mulut bayi melekat dengan baik pada PD dan tidak ada ruang untuk udara masuk yang bisa mengakibatkan perut kembung

Jika, keadaan bayi terus menangis dan disertai dengan diare atau demam, sebaiknya segera bawa ke rumah sakit untuk mendapat penanganan.

Yang perlu diingat, kolik merupakan kondisi yang bisa dibilang normal di awal kelahiran bayi dan akan normal dengan sendirinya.  Jadi jangan panik dan menyalahkan diri sendiri ya, Bun. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *