Mertua Bukan Musuh, Yuk Ajak Mengasuh Anak Bersama Bun!

Kita bisa lho Bun bersama-sama dengan ibu mertua mengasuh anak dengan baik tanpa harus berkonflik. (Sebunda.com/Desainer:Diyanpe)

Bunda, seringkali mungkin kita sudah terbawa pikiran negatif jika tinggal bersama ibu mertua, maka ibu mertua akan ikut campur masalah parenting pada anak atau bahkan menerapkan pola asuh zaman dulu yang sebenarnya sudah tidak relevan lagi. 

Padahal, kita bisa lho Bun bersama-sama dengan ibu mertua mengasuh anak dengan baik tanpa harus berkonflik. 

Jangan menganggap mertua adalah rival kita dalam hal mengasuh anak. Bahkan, dalam Islam sendiri kedudukan mertua juga sama seperti orangtua kita sendiri. Seperti firman Allah dalam QS Luqman ayat ke 14:

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” 

Psikolog Dessy Ilsanty, M.Psi, pun menjelaskan untuk mengubah mindset kita terlebih dahulu soal ibu mertua. Bahwa, ibu mertua bukanlah saingan tetapi sosok yang juga berada di pihak kita dan mendukung apa yang kita lakukan. 

“Yang perlu dipikirkan adalah mindest bahwa mertua itu bukan saingan apalagi musuh. Mertua itu adalah orangtua yang punya tujuan yang sama dengan kita, yang sama-sama menginginkan yang terbaik untuk anak dan cucu-cucunya. Kalau dari awal kita sudah ancang-ancang untuk nggak sejalan sama mertua apalagi berkonflik, maka hal itulah yang malah akan mengarahkan ke arah situ (konflik),” jelasnya saat dihubungi Sebunda. 

Terkait konflik dalam hal pola asuh, menurut Dessy sebenarnya hal ini bisa saja terjadi mengingat kita dan mertua tumbuh di aman yang berbeda. Semuanya bisa diatasi dengan komunikasi yang baik. 

“Bisa saja terjadi konflik, tapi kalau berkaitan dengan pola asuh anak, hal yang harus diingat yakni mertua bukanlah saingan kita dan kita sedang nggak berkompetisi dengan mertua, entah untuk seolah-olah merebut hati anak atau suami. Pasti mertua juga punya pikiran sejalan ingin mengasuh cucunya dengan baik.”

“Memang seringkali terjadi perbedaan pemahaman parenting antara kita dengan orangtua, sehingga memunculkan cara pandang yang berbeda. Namun, kalau dibilang cara asuh mertua salah ya nggak juga, cuma kan di situasi sekarang memang butuh penyesuaian, sehingga bisa dibicarakan baik-baik dengan mertua, karena tidak ada yang salah atau yang lebih buruk, hanya beda cara pandang saja,” ungkap Dessy menjelaskan.

Jelaskan pada ibu mertua secara baik-baik soal informasi parenting terkini yang sebaiknya diterapkan. Kalau mindset kita dari awal ingin bersama-sama merawat anak dengan ibu mertua sudah ada, pasti hal itu bukan masalah. 

“Kalau kita punya mindset bahwa mertua memiliki tujuan yang baik untuk anak kita yakni cucunya, maka saat kita memberi masukan terkait parenting, kita nggak bermaksud menyalahkan mereka, tetapi bersama-sama mengajak mengasuh anak dengan baik dan disesuaikan dengan zaman. Jadi, jangan jadikan mertua musuh, ya,” tutup Dessy.

Nah, itu dia Bunda beberapa penjelasan dari psikolog Dessy Ilsanty, M.Psi. Jadi, jangan jadikan mertua sebagai rival lagi, ya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *